
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Situasi di perbatasan Afghanistan dan Pakistan kembali memanas. Militer Afghanistan melancarkan gelombang serangan terbaru ke sejumlah posisi Pakistan di sepanjang Garis Durand pada Jumat (27/2/2026) malam.
Stasiun televisi Ariana News melaporkan, mengutip sumber pejabat keamanan, bahwa serangan tersebut menyasar pos-pos militer Pakistan di Provinsi Khost.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi Khost, Mustaghfer Gurbaz, menyatakan operasi balasan telah dimulai dan menargetkan posisi militer Pakistan di Distrik Zazi Maidan, Ali Shir, dan Terezi.
Sebelumnya pada Jumat pagi, Angkatan Udara Afghanistan dilaporkan menyerang pangkalan militer Pakistan dalam operasi militer skala besar.
Serangan itu disebut sebagai respons atas pemboman yang dilakukan militer Pakistan terhadap ibu kota Kabul dan dua provinsi lain beberapa waktu sebelumnya.
“Hari ini sekitar pukul 11.00, Angkatan Udara Kementerian Pertahanan Nasional melakukan serangan udara terkoordinasi menargetkan sebuah kamp militer dekat Faizabad di Islamabad, pangkalan militer di Nowshera,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Afghanistan.
Setelah rangkaian serangan tersebut, pihak Kementerian Pertahanan Afghanistan mengumumkan telah mengakhiri operasi militer terhadap Pakistan yang dimulai pada Kamis.
Pada Jumat dini hari, Angkatan Bersenjata Afghanistan juga melancarkan operasi militer besar terhadap berbagai posisi dan fasilitas militer Pakistan. Operasi ini disebut sebagai pembalasan atas serangan sebelumnya yang menewaskan warga sipil Afghanistan.
“Pada tengah malam, atas perintah langsung Kepala Staf Angkatan Bersenjata Emirat Islam Afghanistan, operasi militer berhasil dilaksanakan,” demikian pernyataan resmi.
Disebutkan, target serangan meliputi pos-pos militer Pakistan di provinsi Paktika, Paktia, Khost, Nangarhar, Kunar, dan Nuristan.
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengklaim serangan tersebut menewaskan 55 tentara Pakistan serta menghancurkan satu tank, satu kendaraan angkut militer besar, dua pangkalan, 19 pos militer, puluhan senjata ringan dan berat, serta satu gudang amunisi. Beberapa tentara Pakistan disebut ditangkap, sementara lainnya melarikan diri.
Di pihak Afghanistan, dilaporkan delapan tentara tewas dan 13 lainnya luka-luka. Selain itu, 13 warga sipil—termasuk perempuan dan anak-anak—disebut mengalami luka akibat serangan rudal ke kamp pengungsi di Provinsi Nangarhar.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah klaim Pakistan yang menyebut lebih dari 130 tentara Afghanistan tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka dalam pertempuran tersebut.
Hingga kini, belum ada konfirmasi independen terkait jumlah korban maupun kerusakan dari kedua belah pihak.
Ketegangan yang terus meningkat di sepanjang perbatasan memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































