Jangan Salah Cara, Begini Perawatan Gigi Palsu agar Tahan Lama

Perawatan gigi
Ilustrasi gigi palsu. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTAPerawatan gigi palsu kerap dianggap tuntas setelah gigi tiruan terpasang rapi di rongga mulut. Padahal, kebersihan dan cara merawatnya memegang peran penting dalam menjaga kesehatan mulut sekaligus kenyamanan saat digunakan setiap hari.

Tanpa perawatan yang tepat, gigi palsu berisiko menimbulkan bau mulut, perubahan warna, hingga iritasi jaringan mulut.

Berbeda dengan gigi asli, bahan gigi palsu cenderung lebih lunak dan memiliki pori-pori mikro yang memudahkan sisa makanan dan bakteri menempel.

Advertisement

Celah kecil pada permukaannya pun sering kali tidak terjangkau oleh sikat biasa. Karena itu, menyikat saja tidak selalu cukup untuk menjaga kebersihannya.

“Bahan gigi palsu lebih rentan tergores daripada gigi asli. Karena itu, diperlukan pembersih khusus yang bisa membersihkan gigi palsu tanpa merusak permukaannya.” Selain membantu menjaga tampilan tetap kinclong, penggunaan pembersih khusus juga dinilai lebih efektif mengangkat sisa makanan dan bakteri yang tersembunyi.

Langkah Perawatan Harian

Perawatan gigi palsu idealnya dilakukan secara rutin dengan beberapa langkah berikut:

Pertama, bersihkan setiap hari menggunakan pembersih khusus.
Penggunaan produk yang diformulasikan khusus dinilai lebih aman bagi permukaan gigi palsu. Salah satu contohnya adalah Polident Cleanser yang diformulasikan untuk membantu membersihkan gigi palsu secara menyeluruh tanpa merusak permukaannya, asalkan digunakan sesuai petunjuk.

Baca Juga :  Meski Pahit, Pare Simpan Banyak Manfaat untuk Kesehatan Tubuh

Kedua, sikat dengan lembut.
Menyikat tetap diperlukan, namun gunakan sikat berbulu halus dan tekanan ringan. Menyikat terlalu keras atau memakai alat kasar justru dapat menimbulkan goresan halus yang menjadi tempat menempelnya plak dan kuman dalam jangka panjang.

Ketiga, bersihkan jaringan mulut.
Perawatan tidak hanya berfokus pada gigi tiruan, tetapi juga gusi, lidah, dan langit-langit mulut. Membersihkan area tersebut membantu mengurangi penumpukan bakteri dan menekan risiko sariawan serta bau mulut.

Keempat, hindari kebiasaan merusak.
Menggigit benda keras, membuka kemasan dengan gigi palsu, atau membersihkannya menggunakan bahan abrasif dapat memperpendek usia pakai gigi tiruan dan memengaruhi fungsinya.

Kelima, lepas saat tidur.
Menggunakan gigi palsu sepanjang hari tanpa jeda, termasuk saat tidur, dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi gusi. Melepasnya di malam hari memberi waktu istirahat bagi jaringan mulut sehingga tetap sehat dan tidak mudah meradang.

Keenam, simpan dengan benar.
Saat tidak digunakan, gigi palsu sebaiknya direndam dalam air atau larutan khusus agar tidak mengering dan berubah bentuk. Penggunaan air panas atau bahan kimia keras seperti pemutih justru dapat merusak materialnya.

Baca Juga :  Bukan Cuma DBD! Kenali Jenis Nyamuk dan Penyakit yang Dibawanya

Ketujuh, waspadai tanda bermasalah.
Gigi palsu yang terasa longgar, terlalu menekan, atau sering menimbulkan luka bisa menjadi tanda adanya perubahan pada gusi atau rahang. Kondisi ini dapat terjadi perlahan sehingga pengguna perlu peka terhadap perubahan kecil.

Kapan Perlu ke Dokter Gigi?

Perawatan menyeluruh membantu menjaga kesehatan mulut sekaligus membuat penggunaan gigi palsu lebih nyaman. Selain pembersih khusus, sebagian pengguna juga membutuhkan dukungan tambahan agar gigi palsu tetap stabil saat makan atau berbicara. Dalam kondisi tersebut, lem gigi palsu seperti Polident Adhesive dapat menjadi solusi pendukung untuk membantu menjaga posisi gigi tiruan tetap merekat kuat selama beraktivitas.

Namun, apabila gigi palsu tetap terasa longgar, menimbulkan luka, atau memicu bau meski telah dirawat dengan benar, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi.

Gigi palsu yang tidak dalam kondisi prima berisiko melukai jaringan mulut dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel