TIMETODAY.ID, JAKARTA — Saat waktu berbuka puasa tiba, aneka jajanan tradisional selalu menjadi pilihan favorit. Salah satu yang tak lekang oleh waktu adalah lupis.
Kue berbahan dasar beras ketan ini dikenal dengan teksturnya yang kenyal, disajikan dengan parutan kelapa dan siraman gula merah cair yang legit.
Lupis telah lama menjadi bagian dari kuliner Nusantara dan kerap hadir di pasar tradisional maupun meja takjil Ramadan. Bentuknya biasanya segitiga atau memanjang, dibungkus daun pisang lalu direbus hingga matang. Aroma daun pisang yang khas menambah cita rasa alami pada kue ini.
Selain rasanya yang manis dan gurih, lupis juga cukup mengenyangkan. Kandungan karbohidrat dari beras ketan membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Dipadukan dengan gula merah yang memberi asupan gula alami, lupis menjadi pilihan takjil sederhana namun memuaskan.
Resep Lupis untuk Berbuka Puasa
Bahan-bahan:
Bahan utama:
-
500 gram beras ketan, rendam 2–3 jam
-
Daun pisang secukupnya untuk membungkus
-
Tusuk gigi/lidi untuk menyemat
Bahan taburan:
-
1/2 butir kelapa parut (pilih yang tidak terlalu tua)
-
Sejumput garam
Bahan saus gula merah:
-
200 gram gula merah, sisir halus
-
2 sdm gula pasir (opsional)
-
200 ml air
-
1 lembar daun pandan
Cara Membuat:
-
Siapkan ketan
Cuci bersih beras ketan yang telah direndam, lalu tiriskan. -
Bungkus ketan
Ambil daun pisang, bentuk kerucut atau segitiga. Masukkan ketan hingga padat, lalu sematkan dengan lidi. -
Rebus lupis
Susun lupis dalam panci besar, tuang air hingga terendam. Rebus sekitar 2–3 jam hingga ketan matang dan empuk. Angkat dan tiriskan. -
Siapkan kelapa parut
Kukus kelapa parut yang sudah diberi sedikit garam selama 10–15 menit agar tahan lama. -
Buat saus gula merah
Rebus gula merah, gula pasir, air, dan daun pandan hingga larut dan mengental. Saring agar bersih. -
Penyajian
Potong lupis, gulingkan di atas kelapa parut, lalu siram dengan saus gula merah.
Lupis paling nikmat disajikan dalam keadaan segar saat waktu berbuka. Perpaduan manis gula merah, gurih kelapa, dan kenyalnya ketan menghadirkan rasa nostalgia khas Ramadan.***








































