Tak Mudah Lemas Saat Puasa, Ini Vitamin yang Dibutuhkan Tubuh

vitamin
ilustrasi obat vitamin. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Selama menjalankan ibadah puasa, tubuh tidak memperoleh asupan makanan dan minuman selama belasan jam. Kondisi tersebut membuat sebagian orang lebih mudah merasa lelah dan kurang bertenaga. Karena itu, asupan vitamin dan mineral tetap perlu diperhatikan agar daya tahan tubuh tetap terjaga selama berpuasa.

Mengacu pada informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, beberapa vitamin seperti vitamin A, C, dan D serta mineral seperti kalsium dan zat besi memiliki peran penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan membantu mencegah kelelahan saat puasa.

Kebutuhan vitamin tersebut idealnya dipenuhi melalui makanan bergizi saat sahur dan berbuka, misalnya dari sayuran hijau, buah-buahan citrus, hingga produk susu. Namun, vitamin juga dapat dikonsumsi melalui suplemen jika diperlukan.

Advertisement

Vitamin yang Baik Dikonsumsi Saat Puasa

  1. Vitamin A
    Vitamin A berperan menjaga kesehatan mata sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh. Karena termasuk vitamin yang larut dalam lemak, vitamin ini sebaiknya dikonsumsi setelah berbuka puasa bersama makanan yang mengandung lemak sehat agar penyerapannya lebih optimal.
  2. Vitamin D
    Vitamin D penting untuk menjaga kesehatan tulang, fungsi otot, serta daya tahan tubuh. Sama seperti vitamin A, vitamin ini lebih baik dikonsumsi setelah makan malam atau saat berbuka karena termasuk vitamin yang larut dalam lemak.
  3. Vitamin E dan Vitamin K
    Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan. Sementara vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah serta menjaga kesehatan tulang. Keduanya dianjurkan dikonsumsi setelah berbuka puasa.
  4. Vitamin C
    Vitamin C merupakan vitamin larut air yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Jenis vitamin ini dapat dikonsumsi saat sahur agar tubuh tetap fit selama menjalani aktivitas seharian.
  5. Vitamin B Kompleks
    Menurut penjelasan dari Universitas Airlangga, vitamin B kompleks seperti B2, B6, dan B12 sebaiknya dikonsumsi saat sahur. Vitamin ini membantu proses produksi energi dan dapat membantu menurunkan tingkat stres. Karena vitamin larut air tidak disimpan lama dalam tubuh, konsumsinya saat sahur dinilai lebih efektif untuk mendukung aktivitas selama puasa.
Baca Juga :  Kemenkes Keluarkan Surat Edaran, Tenaga Medis Diminta Waspada Campak

Sumber Vitamin dari Makanan

Selain suplemen, vitamin juga dapat diperoleh dari berbagai makanan alami. Buah seperti aprikot kering, kurma, kismis, dan buah kering lainnya mengandung karbohidrat, serat, serta berbagai vitamin dan mineral seperti kalium, magnesium, kalsium, dan zat besi.

Baca Juga :  Apa Itu Panettone? Sejarah, Cita Rasa, dan Cara Membuatnya

Minuman berbahan dasar aprikot kering seperti qamar el-deen juga diketahui mengandung antioksidan, beta karoten, vitamin C, dan folat yang bermanfaat untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama berpuasa.

Selain vitamin, mineral seperti zat besi dan kalsium juga penting diperhatikan. Zat besi membantu mencegah anemia, sedangkan kalsium berperan dalam menjaga kesehatan tulang serta mendukung fungsi otot.

Pada dasarnya, kebutuhan vitamin harian sebaiknya dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang. Suplemen dapat digunakan sebagai tambahan bila diperlukan, namun sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Bagi orang yang memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat, disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi suplemen vitamin. Dengan pengaturan pola makan yang tepat serta waktu konsumsi vitamin yang sesuai, ibadah puasa dapat dijalani dengan tubuh tetap bugar dan berenergi.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel