Misi Kemanusiaan Global Kembali Bergerak, 100 Kapal Akan Menuju Gaza

kemanusiaan
Kapal armada bantuan kemanusiaan untuk Palestina, Freedom and Resilience Flotilla, dijadwalkan berlayar menuju Jalur Gaza pada 12 April. Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Upaya solidaritas internasional untuk warga Palestina kembali bergerak. Armada bantuan kemanusiaan bertajuk Freedom and Resilience Flotilla dijadwalkan kembali berlayar menuju Jalur Gaza pada April mendatang, membawa misi kemanusiaan sekaligus pesan perlawanan sipil terhadap blokade yang masih berlangsung.

“Freedom and Resilience Flotilla dijadwalkan berlayar dari Barcelona pada 12 April,” bunyi pernyataan penyelenggara misi, dikutip dari RIA Novosti, Kamis (26/2/2026).

Armada tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 100 kapal dan perahu yang diisi aktivis kemanusiaan dari sekitar 150 negara. Dalam perjalanannya menuju Gaza, rombongan kapal akan singgah di sejumlah pelabuhan kawasan Laut Mediterania, termasuk Italia dan Tunisia, sebelum melanjutkan pelayaran ke wilayah tujuan.

Advertisement

Respons atas Krisis Kemanusiaan Gaza

Juru bicara aktivis Turki, Dilek Tekocak, menilai kondisi kemanusiaan di Gaza masih berada pada situasi yang mengkhawatirkan meskipun gencatan senjata telah diberlakukan.

Baca Juga :  Aksi Jalanan hingga Seruan Mogok Nasional, Desakan Hentikan Perang Gaza Menguat

Ia menyebut sejak penerapan gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, sedikitnya 477 warga Gaza tetap kehilangan nyawa akibat serangan Israel.

“Ini bukan hanya kampanye bantuan kemanusiaan yang muncul setelah mekanisme internasional yang ada terbukti tidak berhasil. Ini juga merupakan perlawanan sipil damai terhadap blokade ilegal dalam skala global,” kata Tekocak.

Menurut penyelenggara, pelayaran ini tidak hanya bertujuan mengirim bantuan medis dan logistik, tetapi juga menjadi simbol tekanan moral dari masyarakat dunia terhadap situasi kemanusiaan di Gaza.

Melanjutkan Misi Sebelumnya

Freedom flotilla sebelumnya telah dua kali mencoba mencapai Gaza sejak pecahnya konflik pada 7 Oktober 2023. Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus.

Baca Juga :  Baskin Robbins Tambah Varian Baru, Matcha Uji Jepang Mulai Dijual 14 Januari

Pada Oktober 2025, Angkatan Laut Israel mencegat kapal-kapal bantuan yang hendak memasuki wilayah Gaza. Sejumlah aktivis internasional, termasuk aktivis lingkungan Greta Thunberg serta anggota parlemen Eropa, sempat ditahan dalam insiden tersebut.

Meski menghadapi risiko pencegatan, para penyelenggara menegaskan pelayaran terbaru ini tetap akan dilaksanakan sebagai bagian dari gerakan solidaritas global bagi warga Palestina.

Rencana keberangkatan Freedom and Resilience Flotilla pun kembali menempatkan Gaza dalam sorotan dunia internasional, sekaligus menjadi ujian baru bagi dinamika diplomasi dan kemanusiaan di kawasan tersebut.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel