TIMETODAY.ID, JAKARTA — Permukaan kuku yang tampak tidak rata atau memiliki garis-garis tertentu kerap membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri. Kondisi ini dikenal sebagai kuku bergelombang, masalah yang sebenarnya cukup umum terjadi dan tidak selalu berbahaya.
Kuku bergelombang merujuk pada perubahan tekstur kuku yang ditandai munculnya garis vertikal maupun horizontal pada permukaan kuku. Garis tersebut bisa terlihat samar hingga cukup jelas, tergantung penyebab yang mendasarinya.
Meski sering dianggap sekadar persoalan estetika, perubahan bentuk kuku juga bisa menjadi sinyal kondisi tubuh tertentu. Karena itu, memahami penyebabnya penting agar perawatan yang dilakukan tepat.
Faktor Penyebab Kuku Bergelombang
Mengacu pada penjelasan medis dari Cleveland Clinic, terdapat beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan kuku tampak bergelombang.
- Proses penuaan alami
Seiring bertambahnya usia, regenerasi sel tubuh melambat. Kondisi ini membuat permukaan kuku tidak lagi sehalus saat muda. Garis vertikal tipis biasanya muncul sebagai bagian dari proses alami dan umumnya tidak berbahaya. - Kulit kering atau gangguan kulit
Kondisi kulit yang terlalu kering dapat memengaruhi area kutikula dan jaringan di sekitar kuku. Ketika pertumbuhan kuku terganggu, permukaan kuku bisa terlihat bergaris atau tidak rata. - Gangguan tiroid
Masalah kesehatan seperti hipotiroidisme juga dapat memicu perubahan pada kuku. Kuku dapat menjadi lebih tebal, rapuh, mudah patah, bahkan tampak melengkung dengan ujung jari sedikit membengkak. - Pemakaian kuku palsu dan gel manicure
Penggunaan kuku akrilik atau gel manicure dalam jangka panjang berpotensi melemahkan struktur kuku. Proses pengikisan serta paparan bahan kimia dapat membuat permukaan kuku menjadi bergelombang. - Cedera pada kuku
Benturan atau trauma, misalnya jari terjepit atau tertimpa benda keras, bisa mengganggu pertumbuhan kuku. Saat kuku tumbuh kembali, sering muncul garis horizontal atau lekukan yang lebih dalam.
Cara Mencegah Kuku Bergelombang
Jika tidak berkaitan dengan penyakit tertentu, kondisi ini umumnya dapat dicegah melalui perawatan sederhana sehari-hari, antara lain:
- Menggunakan pelembap pada kuku dan kutikula secara rutin
- Merawat kuku sebelum tidur agar kelembapan terjaga
- Menghentikan kebiasaan menggigit kuku
- Memotong kuku dengan teknik yang benar mengikuti bentuk jari
- Melindungi kuku dari paparan bahan kimia dengan sarung tangan
Perubahan bentuk kuku memang sering dianggap sepele. Namun, bila disertai keluhan lain seperti kuku mudah patah, perubahan warna, atau nyeri, pemeriksaan medis tetap dianjurkan untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan yang mendasarinya.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































