TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan langkah politik penting menjelang akhir tahun ini. Melalui sebuah dekrit presiden, Abbas menetapkan pemilu parlemen Palestina akan digelar pada 1 November mendatang, menandai sejarah baru karena untuk pertama kalinya pemilihan tersebut dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Pengumuman itu, seperti dilansir AFP, Selasa (3/2/2026), disampaikan Abbas melalui dekrit resmi yang dipublikasikan kantor berita Palestina, WAFA, pada Senin (2/2) waktu setempat.
Dalam dekrit tersebut, Abbas menyatakan bahwa pemilu parlemen ini akan memilih langsung anggota Dewan Nasional Palestina (Palestinian National Council/PNC), yang selama ini berfungsi sebagai parlemen bagi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Abbas menegaskan, pemungutan suara tidak hanya terbatas di wilayah Palestina. Pemilu juga memungkinkan digelar di luar wilayah Palestina demi menjamin partisipasi luas warga Palestina di diaspora. Ia menyerukan seluruh rakyat Palestina, baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk ikut ambil bagian dalam proses politik tersebut.
“Pemilu akan diadakan di mana pun yang memungkinkan, baik di dalam maupun di luar Palestina, untuk memastikan partisipasi seluas mungkin dari rakyat Palestina di mana pun mereka berada,” demikian bunyi dekrit yang dirilis oleh Abbas, yang juga menjabat Presiden Otoritas Palestina dan PLO.
Dekrit itu juga menegaskan bahwa sistem pemilu akan menggunakan prinsip perwakilan proporsional sepenuhnya, dengan tujuan menjamin keterwakilan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat Palestina.
“Pemilu akan digelar sesuai dengan prinsip perwakilan proporsional sepenuhnya, menjamin perwakilan yang adil untuk semua segmen rakyat Palestina, termasuk perempuan, pemuda, dan komunitas Palestina di luar negeri,” lanjut dekrit tersebut.
Untuk memastikan integritas proses pemilu, Abbas menugaskan Komisi Pemilihan Pusat sebagai lembaga yang memiliki kewenangan penuh dalam mengawasi seluruh tahapan pemilihan.
“Komisi Pemilihan Pusat akan memiliki pengawasan penuh atas proses pemilu,” imbuhnya.
Pemilu ini menjadi tonggak sejarah karena selama ini anggota PNC tidak dipilih langsung oleh rakyat. Pada periode sebelumnya, keanggotaan dewan ditentukan melalui penunjukan atau mekanisme internal di dalam gerakan politik Palestina.
PNC sendiri telah lama berfungsi sebagai parlemen PLO di pengasingan dan secara tradisional didominasi oleh Fatah, partai politik yang dipimpin Abbas dan didirikan bersama pemimpin legendaris Palestina, Yasser Arafat, yang wafat pada 2004.
Sementara itu, kelompok Hamas dan Jihad Islam Palestina, yang memiliki basis kuat di Jalur Gaza dan tidak tergabung dalam PLO, hingga kini tidak memiliki perwakilan di Dewan Nasional Palestina.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































