Kapal Induk AS Bergerak, Ketegangan Baru Menggantung di Timur Tengah

Timur Tengah
Amerika Serikat dilaporkan menyiagakan kapal induk USS Abraham Lincoln untuk kemungkinan operasi militer ke Iran dalam kurun 1–2 hari. Foto: US Navy

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali menguat. Di hamparan Samudera Hindia, kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dilaporkan berada dalam posisi siaga, dengan potensi operasi militer terhadap Iran yang bisa terjadi dalam hitungan satu hingga dua hari ke depan.

Laporan tersebut diungkap surat kabar The New York Times (NYT), mengutip keterangan sejumlah pejabat Amerika Serikat.

Situasi ini tak lepas dari langkah Presiden AS Donald Trump yang, pekan lalu, memerintahkan pengerahan besar-besaran armada tempur ke Timur Tengah sebagai antisipasi terhadap kemungkinan serangan ke Iran.

Advertisement

Menurut NYT, kesiapsiagaan itu diperkuat dengan pengiriman belasan jet tempur tambahan. Pesawat-pesawat tersebut bergabung dengan gugus tugas tempur yang dipimpin USS Abraham Lincoln, memunculkan spekulasi luas bahwa Washington tengah menyiapkan opsi militer secara serius.

Baca Juga :  Prabowo Bahas Perdamaian Palestina dalam Pertemuan dengan Raja Yordania

Sinyal serupa sebelumnya juga disampaikan sumber pejabat AS kepada Fox News. Sumber tersebut menyebut gugus serang kapal induk USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) di Samudera Hindia.

Centcom sendiri merupakan komando militer AS yang bertanggung jawab atas operasi di kawasan Timur Tengah.

Trump, pada 22 Januari lalu, mengonfirmasi pergerakan kapal-kapal perang Angkatan Laut AS menuju wilayah dekat Iran sebagai langkah berjaga-jaga. Meski demikian, ia enggan memberikan kepastian terkait kemungkinan opsi militer yang akan diambil Washington.

Baca Juga :  Kristi Noem, mengungkapkan Serangan Brutal yang Tewaskan Dua Anak di Minneapolis

Di sisi lain, Trump sempat menyampaikan bahwa otoritas keamanan Iran telah menghentikan pembunuhan terhadap demonstran anti-pemerintah serta membatalkan hukuman mati bagi para demonstran tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah dinamika politik internal Iran dan meningkatnya tekanan internasional terhadap Teheran.

Kini, dengan armada tempur yang terus bergerak dan diplomasi yang berjalan di bawah bayang-bayang kekuatan militer, dunia menanti langkah berikutnya dari Washington—apakah sekadar unjuk kekuatan, atau awal dari babak baru konflik di Timur Tengah.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel