TIMETODAY.ID, JAKARTA — Situasi keamanan di Iran kian menjadi sorotan dunia internasional. Gelombang demonstrasi besar-besaran yang terus berlangsung memicu kekhawatiran sejumlah negara, termasuk Polandia dan Italia, terhadap keselamatan warganya yang masih berada di wilayah tersebut.
Pemerintah Polandia melalui Kementerian Luar Negeri secara tegas menyerukan seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran. Seruan ini disampaikan seiring memburuknya kondisi keamanan akibat aksi unjuk rasa yang meluas di berbagai wilayah.
“Kementerian Luar Negeri mendesak agar segera meninggalkan Iran dan menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke negara ini,” demikian pernyataan kementerian tersebut dalam unggahan di media sosial X, seperti dilansir Al Arabiya dan Reuters, Kamis (15/1/2026).
Langkah serupa juga diambil oleh Italia. Pada Rabu (14/1) waktu setempat, pemerintah Italia mengimbau warganya agar meninggalkan Iran secepat mungkin. Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kementerian Luar Negeri Italia menyusul meningkatnya risiko keamanan di negara tersebut.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Italia mengungkapkan bahwa sekitar 600 warga Italia saat ini berada di Iran, dengan mayoritas tinggal di kawasan ibu kota, Teheran.
Di tengah meningkatnya ketegangan, otoritas Iran juga mengambil langkah drastis dengan menutup sementara wilayah udaranya. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh penerbangan, kecuali penerbangan sipil internasional yang telah memperoleh izin resmi sebelumnya.
Dilansir Anadolu Agency, Kamis (15/1/2026), penutupan wilayah udara mulai diberlakukan hari ini. Iran hanya mengizinkan penerbangan sipil internasional yang telah mendapatkan persetujuan dari otoritas penerbangan sipil setempat. Semua lalu lintas udara lainnya, baik masuk maupun keluar Iran, untuk sementara ditangguhkan.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai batas waktu penutupan wilayah udara tersebut. Namun kebijakan ini dinilai mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pemerintah Iran terhadap situasi keamanan domestik dan regional.
Ketegangan ini tidak hanya dipicu oleh gelombang protes anti-pemerintah, tetapi juga oleh meningkatnya perhatian dan tekanan dari komunitas internasional. Amerika Serikat turut menyoroti perkembangan di Iran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya telah menerima informasi bahwa eksekusi terhadap para demonstran di Iran dihentikan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Washington akan terus memantau situasi secara ketat.
Trump juga berulang kali menyampaikan dukungannya terhadap para demonstran dan memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat mengambil “tindakan yang sangat keras” jika eksekusi terhadap demonstran kembali dilanjutkan.
Situasi ini menempatkan Iran dalam sorotan global, sementara negara-negara asing berlomba memastikan keselamatan warganya di tengah ketidakpastian yang terus berkembang.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































