
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa paling luar biasa dalam sejarah Islam. Perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya diabadikan dalam Al-Qur’an, tetapi juga dijelaskan secara rinci melalui berbagai hadis sahih. Peristiwa isra tercantum dalam QS Al-Isra/17:1, sementara mi’raj dijelaskan dalam QS An-Najm/53:13–18.
Melalui hadis-hadis tersebut, umat Islam dapat memahami rangkaian perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga menembus langit-langit dan menerima perintah salat lima waktu. Peristiwa ini bukan sekadar catatan historis, tetapi juga sarat dengan nilai keimanan, ketaatan, dan penghambaan kepada Allah SWT.
Berikut rangkuman hadis tentang Isra Miraj Nabi Muhammad SAW beserta pelajaran penting yang terkandung di dalamnya.
Penyucian Hati Rasulullah SAW sebelum Isra
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa sebelum menjalani Isra Miraj, Rasulullah SAW mengalami pembedahan dada oleh Malaikat Jibril. Hati beliau dicuci dengan air zam-zam lalu diisi dengan hikmah dan iman.
Hadis dari Malik bin Sha’sha’ah menggambarkan momen tersebut sebagai bentuk penyucian dan persiapan spiritual sebelum Rasulullah menjalani perjalanan agung. Peristiwa ini menegaskan bahwa Isra Miraj bukan perjalanan biasa, melainkan perjalanan suci yang membutuhkan kesiapan ruhani sempurna.
Perjalanan Isra dengan Kendaraan Buraq
Dalam peristiwa isra, Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dengan menaiki Buraq, seekor hewan khusus yang ditemani Malaikat Jibril AS. Para ulama sepakat bahwa Buraq adalah makhluk nyata, bukan sekadar simbol atau kiasan.
Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menjelaskan bahwa Buraq memiliki kemampuan melangkah sejauh pandangan mata. Kecepatan luar biasa ini menjadi bukti kekuasaan Allah SWT yang melampaui hukum alam yang dipahami manusia.
Mi’raj hingga Sidratul Muntaha
Setelah tiba di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan mi’raj menembus tujuh lapis langit. Dalam perjalanan tersebut, beliau bertemu para nabi terdahulu, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Ibrahim AS.
Rasulullah SAW juga diperlihatkan Baitul Makmur, tempat ibadah para malaikat, serta Sidratul Muntaha, batas tertinggi yang hanya dapat dicapai dengan izin Allah SWT. Gambaran tentang Sidratul Muntaha dalam hadis menunjukkan kemuliaan dan keagungan ciptaan Allah yang tidak dapat dijangkau akal manusia.
Perintah Salat Lima Waktu
Puncak dari Isra Miraj adalah diterimanya perintah salat lima waktu. Awalnya, Allah SWT mewajibkan 50 waktu salat, lalu dikurangi menjadi lima waktu dengan pahala tetap setara 50 waktu.
Keistimewaan salat terlihat dari cara perintah ini diturunkan. Tidak seperti kewajiban lain, salat diterima Rasulullah SAW secara langsung tanpa perantara Malaikat Jibril. Hal ini menegaskan bahwa salat merupakan bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa posisi terdekat seorang hamba dengan Allah SWT adalah ketika ia bersujud. Karena itu, salat menjadi tolok ukur utama kualitas keimanan seorang muslim.
Makna Isra Miraj bagi Umat Islam
Isra Miraj mengajarkan bahwa kekuasaan Allah SWT bersifat mutlak dan melampaui keterbatasan logika manusia. Peristiwa ini juga menegaskan pentingnya menjaga salat lima waktu sebagai fondasi utama dalam kehidupan beragama.
Melalui Isra Miraj, umat Islam diajak untuk memperkuat iman, meningkatkan kualitas ibadah, serta menyadari bahwa hubungan dengan Allah SWT merupakan inti dari seluruh amal perbuatan. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































