Trump Dorong Raksasa Minyak AS Ambil Bagian dalam Proyek Energi Venezuela

Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,Foto: AP/Alex Brandon

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengundang sejumlah perusahaan minyak besar ke Gedung Putih untuk membahas rencana investasi di sektor energi Venezuela.

Pertemuan ini dihadiri oleh CEO Exxon Darren Woods, CEO ConocoPhillips Ryan Lance, Wakil Ketua Chevron Mark Nelson, serta eksekutif dari Halliburton, Valero, dan Marathon, dikutip dari CNBC, Sabtu (10/1/2026).

Trump menyatakan, perusahaan-perusahaan tersebut akan menanam modal setidaknya US$ 100 miliar atau setara Rp 1.684 triliun (kurs Rp 16.842) untuk membangun kembali sektor energi di negara Amerika Selatan itu.

Advertisement
Baca Juga :  Tak Terima Diklakson, Pengemudi BYD Ngamuk Ancam Tembak Korban

Pemerintah AS, menurut Trump, akan memberikan keamanan dan perlindungan agar investasi perusahaan AS dapat kembali modal dan menghasilkan keuntungan.

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, mencapai 303 miliar barel atau sekitar 17% dari total cadangan global, menurut Badan Informasi Energi AS.

Meski demikian, sektor minyak negara itu kini berada dalam kondisi yang sangat buruk.

Data dari konsultan energi Kpler menunjukkan produksi minyak Venezuela turun drastis dari puncaknya sekitar 3,5 juta barel per hari pada 1990-an menjadi hanya sekitar 800.000 barel per hari saat ini.

Baca Juga :  Iran Menolak Tekanan AS, Khamenei: Ini Bukan Negosiasi, Tapi Intimidasi

Perkiraan Rystad Energy menyebut, dibutuhkan biaya lebih dari US$ 180 miliar hingga 2040 agar produksi Venezuela kembali ke level 3 juta barel per hari.

Langkah Trump mengundang raksasa minyak AS ini dianggap sebagai strategi untuk memanfaatkan cadangan minyak terbesar di dunia sekaligus membuka peluang bisnis besar bagi perusahaan energi Amerika.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel