Ketegangan Memuncak, AS Sita Kapal Tanker Pengangkut Minyak Venezuela-Iran

AS
Presiden AS Donald Trump. Foto: Rebecca Cook / Reuters

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela kembali memanas setelah  mengumumkan penyitaan sebuah kapal tanker minyak berukuran sangat besar di lepas pantai Venezuela.

Langkah ini diperkirakan akan berdampak pada dinamika politik kawasan hingga kemungkinan mengerek harga minyak dunia.

Dalam pertemuan meja bundar bersama para pemimpin bisnis di Gedung Putih, Trump menyampaikan bahwa penyitaan tersebut menjadi salah satu yang terbesar yang pernah dilakukan AS.

Advertisement

“Kami baru saja menyita sebuah kapal tanker di lepas pantai Venezuela, sebuah kapal tanker besar, sangat besar — yang terbesar yang pernah disita, sebenarnya,” ujar Trump, seperti dilaporkan AFP, Kamis (11/12/2025).

“Dan hal-hal lainnya sedang terjadi, jadi Anda akan melihatnya nanti dan Anda akan membicarakannya nanti dengan beberapa orang lainnya,” tambahnya tanpa memberikan rincian lebih jauh.

Baca Juga :  Dari Washington ke London, Presiden Prabowo Dorong Indonesia Kuasai Teknologi Chip

Hingga kini, pemerintah AS belum merilis identitas kapal maupun detail operasi penyitaan tersebut.

Dituduh Angkut Minyak yang Disanksi

Dalam pernyataan terpisah, Jaksa Agung AS Pam Bondi mengungkapkan bahwa kapal tanker itu diduga kuat digunakan untuk mengangkut minyak yang dikenai sanksi dari Venezuela dan Iran.

“Selama bertahun-tahun, kapal tanker minyak tersebut telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena keterlibatannya dalam jaringan pengiriman minyak ilegal yang mendukung organisasi-organisasi teroris asing,” kata Bondi melalui platform X.

Ia turut mengonfirmasi bahwa penyitaan berlangsung di lepas pantai Venezuela.

Informasi serupa disampaikan oleh tiga pejabat AS kepada Reuters. Mereka menyebut operasi ini dipimpin oleh Penjaga Pantai AS, namun merahasiakan nama kapal, bendera yang dikibarkan, dan titik lokasi pasti penyitaan.

Sementara itu, laporan dari kelompok manajemen risiko maritim Inggris, Vanguard, menyebutkan bahwa kapal tanker Skipper diyakini menjadi objek penyitaan.

Baca Juga :  AS Siap Jalan Sendiri, Donald Trump Kritik Sikap NATO

Kapal itu sebelumnya telah berada dalam daftar sanksi Washington karena dinilai terlibat dalam perdagangan minyak Iran saat masih menggunakan nama Adisa.

Tekanan AS terhadap Maduro Terus Meningkat

Pengumuman ini datang di saat pemerintahan Trump semakin meningkatkan tekanan kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

AS telah mengerahkan armada kapal perang dan kapal induk terbesar dunia ke kawasan tersebut dengan alasan memerangi perdagangan narkoba.

Selain itu, Washington juga melancarkan serangkaian serangan mematikan terhadap lebih dari 20 kapal yang dituduh menyelundupkan narkoba di wilayah sekitar. Setidaknya 87 orang dilaporkan tewas sejak operasi tersebut dimulai pada September.

Penyitaan kapal tanker terbaru ini dipandang sebagai sinyal langkah baru dan semakin agresif dalam menekan sumber ekonomi utama Venezuela—yakni sektor minyak.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel