Tips Praktis Orang Tua Menghadapi Anak Muntah akibat Masuk Angin

Muntah
Ilustrasi anak muntah karna masuk angin. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTAMuntah pada anak sering kali membuat orang tua khawatir, apalagi jika Si Kecil tampak lemas atau kehilangan nafsu makan. Meski istilah “masuk angin” bukan diagnosis medis, gejala seperti perut kembung, tidak enak badan, sendawa, demam ringan, hingga muntah dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari infeksi saluran pencernaan, makanan yang kurang cocok, hingga perubahan cuaca.

Mengatasi kondisi ini dengan tepat sangat penting agar anak terhindar dari dehidrasi dan pemulihan berjalan lebih cepat. Berikut lima langkah yang dapat dilakukan orang tua di rumah:

  1. Berikan cairan secara bertahap
    Muntah membuat anak kehilangan banyak cairan. Orang tua disarankan memberikan air putih sedikit demi sedikit tapi sering agar perut tidak semakin mual. Untuk anak di atas 1 tahun, pemberian oralit sesuai petunjuk kemasan dianjurkan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Hindari minuman bersoda atau jus asam yang dapat memperparah iritasi lambung.

    Advertisement
  2. Biarkan anak beristirahat cukup
    Tubuh yang lemas karena muntah membutuhkan istirahat. Anak sebaiknya berbaring atau duduk santai di tempat nyaman dan jauh dari kebisingan. Aktivitas berat sebaiknya dihindari hingga kondisi membaik dan muntah berhenti.

  3. Hindari makanan berat sementara waktu
    Setelah muntah, lambung anak masih sensitif. Berikan makanan mudah dicerna seperti bubur, roti tawar, atau pisang. Porsi kecil secara bertahap lebih aman daripada memaksa anak makan saat masih mual.

  4. Jaga kehangatan tubuh anak
    Anak yang muntah bisa menggigil akibat kehilangan cairan. Memakaikan jaket atau selimut tipis membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Hindari paparan langsung kipas angin atau AC, namun tetap pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara baik.

  5. Hindari obat tanpa anjuran dokter
    Obat anti-muntah atau paracetamol sebaiknya hanya diberikan jika ada indikasi jelas, seperti demam atau nyeri, dan sesuai dosis usia dan berat badan. Jika gejala tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter untuk mencegah komplikasi.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Wajibkan Ayah Ambil Rapor Anak ke Sekolah, Lawan Isu Fatherless

Selain langkah di atas, orang tua disarankan memperhatikan pola makan anak, menjaga kebersihan lingkungan, dan membiasakan anak cuci tangan sebelum makan untuk mencegah infeksi lanjutan.

Pantau tanda dehidrasi, seperti bibir kering, jarang buang air kecil, atau lemas berlebihan.

Baca Juga :  Anak Jarang Dipuji? Ini 4 Dampak yang Bisa Muncul pada Tumbuh Kembangnya

Segera bawa anak ke dokter atau IGD jika muntah terjadi berulang, anak menolak minum, sangat lemas, atau disertai demam tinggi, sesak napas, atau kejang. Penanganan dini menjadi kunci mencegah komplikasi serius, termasuk dehidrasi berat.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel