Pertemuan Minggu Ini, Zelensky dan Trump Fokus pada Donbas dan Zaporizhzhia

zelensky
Zelensky dan Trump. Foto: REUTERS/Al Drago Purchase Licensing Rights

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu, untuk membahas upaya mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina.

Pertemuan ini berlangsung di tengah intensifikasi upaya diplomasi Amerika Serikat dalam mengakhiri konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II, yang sejak Februari 2022 telah menewaskan puluhan ribu orang, membuat jutaan mengungsi, serta menghancurkan banyak wilayah di timur dan selatan Ukraina.

Rencana perdamaian terbaru yang disiapkan berisi proposal 20 poin, yang membekukan garis depan pertempuran, namun memungkinkan Ukraina menarik pasukan dari timur dan membentuk zona penyangga demiliterisasi.

Advertisement

“Pada akhir pekan, saya kira pada hari Minggu, di Florida, kami akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Trump,” kata Zelensky, Sabtu (27/12/2025).

Baca Juga :  Cara Mengecek Nomor dan Lokasi TPS untuk Pilkada Serentak 2024

Zelensky menjelaskan, pertemuan ini mencakup pembahasan dokumen terkait jaminan keamanan, rekonstruksi, dan ekonomi.

“Kami akan membahas dokumen-dokumen ini, jaminan keamanan. Mengenai isu sensitif, kami akan membahas Donbas dan pembangkit nuklir Zaporizhzhia, dan tentu saja akan membahas isu-isu lainnya,” tambahnya.

Meski begitu, perbedaan pandangan antara Kyiv dan Washington masih ada, terutama terkait penarikan pasukan Ukraina dari 20 persen wilayah timur Donetsk dan pengelolaan pembangkit nuklir Zaporizhzhia, yang dikuasai Rusia sejak invasi.

Zelensky menegaskan, Ukraina hanya akan menyerahkan wilayah tambahan jika rakyat setuju melalui referendum, serta menolak keterlibatan Rusia dalam pengelolaan pembangkit nuklir.

Baca Juga :  61 Perusahaan di Gunung Putri Bogor Sukses Jalankan Program Bebas Narkoba

Zelensky juga mengungkapkan beberapa konsesi yang berhasil diperoleh Kyiv, termasuk penghapusan persyaratan hukum untuk melepaskan upaya bergabung dengan NATO dan menghapus klausul pengakuan wilayah yang dikuasai Rusia sejak 2014 sebagai milik Moskow.

Sementara itu, Kremlin melalui penasihat kebijakan luar negeri Yuri Ushakov melakukan komunikasi telepon dengan pejabat AS, namun belum memberikan respons resmi terhadap proposal terbaru.

“Saya kira kita akan mengetahui respons resmi mereka dalam beberapa hari ke depan,” ujar Zelensky, yang tetap skeptis terhadap niat Rusia menghentikan invasi.

“Rusia selalu mencari alasan untuk tidak setuju,” tambahnya.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel