TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas menjelang berakhirnya masa gencatan senjata dua pekan pada Selasa (21/4/2026). Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru apabila Iran menolak proposal perdamaian yang diajukan Washington.
Trump menyatakan negaranya telah menawarkan kesepakatan yang disebut adil dan masuk akal. Namun jika tawaran itu tidak diterima, ia mengancam akan menghantam sejumlah infrastruktur vital Iran.
“Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya. Karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik, dan setiap jembatan, di Iran,” tulis Trump melalui akun Truth Social, Minggu (19/4/2026).
Pernyataan tersebut mengulang ancaman sebelumnya yang pernah disampaikan Trump sebelum gencatan senjata diberlakukan. Saat itu, ia juga menyinggung kemungkinan serangan terhadap fasilitas energi dan sarana transportasi Iran.
Di unggahan terpisah, Trump turut menyoroti insiden di Selat Hormuz. Ia menuding Iran melanggar perjanjian gencatan senjata setelah menembaki kapal-kapal yang melintas di jalur strategis tersebut.
“Iran memutuskan untuk menembakkan peluru di Selat Hormuz kemarin. Pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata,” tulisnya.
Menurut laporan, sedikitnya dua kapal komersial menjadi sasaran serangan saat mencoba melintasi Selat Hormuz setelah Iran mengumumkan kembali pemblokadean wilayah perairan itu.
Sebelumnya, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu pada 7 April 2026. Empat hari berselang, kedua negara menggelar pembicaraan damai di Islamabad, Pakistan, namun belum menghasilkan kesepakatan final.
Situasi kembali memburuk setelah militer AS disebut memblokade kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran. Langkah tersebut memicu reaksi keras Teheran yang kemudian kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (18/4/2026), sehari setelah sempat membuka jalur itu untuk kapal komersial.
Dengan waktu gencatan senjata yang segera berakhir, dunia kini menanti apakah kedua negara akan memilih jalur diplomasi atau kembali masuk ke pusaran konflik terbuka.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































