
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor menyiapkan uji coba transportasi massal berbasis trem di sekitar Stasiun Bogor dan Alun-alun Kota Bogor. Uji coba ini menjadi tahap awal pengembangan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi sebelum diperluas ke koridor utama sepanjang 7–8 kilometer.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, sebagai tahap awal, pemerintah kota menyiapkan lintasan uji coba sepanjang sekitar 450 meter di kawasan strategis. Pemerintah kota juga membuka peluang perluasan lintasan, termasuk di sekitar Kebun Raya Bogor, dengan koordinasi Kementerian Perhubungan.
“Trem yang dikembangkan INKA menggunakan teknologi baterai tanpa kabel listrik atas, kandungan lokalnya lebih dari 60 persen. Sistem pengisian daya dirancang untuk menekan biaya operasional sehingga lebih efisien,” kata Dedie, belum lama ini.
Dedie menambahkan, aspek infrastruktur juga telah dikaji, termasuk kemampuan jembatan Otista dan Jalak Harupat yang dinilai mampu menopang bobot trem setara kendaraan besar.
“Kami ingin memastikan seluruh jalur aman sebelum uji coba berjalan,” ujarnya.
Direktur Utama PT Industri Kereta Api (INKA) Eko Purwanto menjelaskan, prototipe trem baterai ini telah dikembangkan sejak 2018 dan sebelumnya diuji coba di Solo dan Kediri.
“Seluruh proses pengembangan dilakukan oleh sumber daya manusia Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Transpakuan Bogor Nissa Fadliya menyatakan, pengembangan trem menjadi bagian dari upaya penataan transportasi publik yang terintegrasi di Kota Bogor.
“Kami berharap trem ini nantinya bisa menjadi tulang punggung transportasi perkotaan yang nyaman dan efisien,” ujarnya.




































