Muslim Ahmadiyah Perkuat Iman dan Solidaritas Sosial dalam Jalsah Salanah 2025

Muslim Ahmadiyah
Para tamu undangan berfoto bersama seusai pembukaan Jalsah Salanah 2025. Foto: Istimewa

TIMETODAY.ID, TANGERANG — Jalsah Salanah Muslim Ahmadiyah Indonesia 2025 menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus solidaritas kemanusiaan. Dalam pidato pembukaan, Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid, menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Ia mengajak seluruh anggota untuk turut ambil bagian memberikan donasi serta dukungan nyata bagi para korban.

Seruan tersebut sejalan dengan langkah cepat yang telah dilakukan Humanity First Indonesia, sayap organisasi sosial Jemaat Muslim Ahmadiyah.

Advertisement

Bantuan darurat telah disalurkan berupa paket sembako, makanan siap saji, kebutuhan dasar, serta donasi awal ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Jalsah Salanah 2025 berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 5–7 Desember 2025, dan dilaksanakan secara serentak di 23 titik di seluruh Indonesia.

Satu titik di Sumatera Barat terpaksa ditunda sebagai bentuk penghormatan kepada para korban bencana. Seluruh persiapan konsumsi untuk kegiatan di wilayah tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak sebagai wujud empati dan kepedulian.

Secara keseluruhan, Jalsah Salanah di 23 titik dihadiri sebanyak 20.030 peserta Muslim Ahmadiyah serta ratusan tamu non-Ahmadiyah yang terdiri dari pejabat pemerintah, aparat keamanan, akademisi, cendekiawan, tokoh masyarakat, hingga sahabat lintas iman dari berbagai organisasi.

Baca Juga :  Amerika Serikat Kirim Usulan Damai ke Iran, Bahas Nuklir hingga Selat Hormuz

Kehadiran para tamu tersebut mencerminkan keterbukaan Jemaat Muslim Ahmadiyah serta kuatnya hubungan sosial dengan masyarakat sekitar dalam semangat membangun persatuan bangsa.

Seluruh rangkaian kegiatan Jalsah Salanah 2025 berlangsung aman dan tertib tanpa gangguan yang berarti. Atas hal tersebut, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kapolri, serta Menteri Dalam Negeri.

Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran Mabes Polri, Polda, Polsek, kepala daerah, bupati, camat, hingga seluruh perangkat daerah yang dinilai telah menjalankan amanat konstitusi dengan baik dalam menjamin hak berkumpul dan beribadah bagi warga negara.

Dukungan juga datang dari masyarakat setempat, tokoh lingkungan, organisasi sosial, serta sahabat lintas iman yang turut menjadi bagian penting dalam kelancaran pelaksanaan Jalsah di berbagai daerah. Dukungan ini menunjukkan eratnya hubungan sosial antara Jemaat Muslim Ahmadiyah dan masyarakat luas.

Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia menegaskan bahwa Jalsah Salanah harus menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat hubungan antarsesama, serta memperluas kontribusi nyata bagi Indonesia.

Dalam Jalsah Salanah tahun ini juga disampaikan pesan dari Pimpinan Spiritual Muslim Ahmadiyah Dunia, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (aba), yang menekankan pentingnya memperkuat keimanan, menumbuhkan ketakwaan, dan menanamkan rasa takut kepada Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.

Baca Juga :  Kisah di Balik Kebakaran Angkot di Jalan Sudirman Bogor

“Oleh karena itu, Anda harus benar-benar memanfaatkan seluruh rangkaian acara Jalsah ini untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai ajaran-ajaran serta keyakinan kita, sehingga dapat memperkuat keimanan Anda serta meningkatkan standar rohani dan akhlak Anda. Jalsah ini juga hendaknya menjadikan Anda dapat meningkatkan standar takwa yakni amal saleh dan menumbuhkan rasa takut yang sejati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam hati Anda.”

“Pada hakikatnya satu-satunya yang harus menjadi tujuan Anda adalah untuk memperoleh keridaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sang Pencipta kita.”

Sejalan dengan pesan tersebut, penyelenggaraan Jalsah Salanah dipandang sebagai bagian dari ikhtiar Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia untuk terus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jemaat juga menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan demi menjaga suasana yang aman, tertib, dan kondusif.

Mengakhiri seluruh rangkaian acara, Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan doa bagi para korban bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, serta berdoa untuk kemajuan Islam melalui jemaat, kemajuan bangsa, dan keberhasilan Jalsah Salanah di seluruh lokasi.***

Editor : Syafira

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel