TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bermain masak-masakan bukan sekadar aktivitas seru untuk anak-anak. Aktivitas ini juga membantu melatih keterampilan motorik halus, kreativitas, serta kemampuan sosial dan emosional. Salah satu media yang populer digunakan adalah lilin Play-Doh.
Saat anak sibuk dengan alat-alat masakannya dan meniru aktivitas orang tua di dapur, orang tua mungkin menganggapnya sekadar hiburan. Namun, aktivitas pretend play seperti ini memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi peran sosial, emosi, serta kemampuan kognitifnya.
Menurut studi di International Online Journal of Primary Education, pembelajaran berbasis permainan terbukti meningkatkan perkembangan kognitif, kreativitas, dan ketahanan anak terhadap tantangan belajar.
Selain itu, bermain masak-masakan mengajarkan anak mengatur urutan kegiatan, mulai dari menyiapkan bahan, memasak, hingga menyajikan hasilnya.
Aktivitas ini secara alami membangun kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis, sekaligus melatih komunikasi dan kerja sama ketika bermain bersama teman atau orang tua.
Manfaat Lilin Play-Doh untuk Tumbuh Kembang Anak
Manfaat mainan lilin seperti Play-Doh juga telah dibuktikan secara ilmiah. Dalam penelitian di Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak (2023), bermain dengan lilin memberikan dampak nyata pada perkembangan anak secara bertahap dan berkelanjutan.
Lewat teksturnya yang lembut dan warna cerah yang menarik, Play-Doh mengajak anak mengekspresikan diri melalui seni dan kerajinan tangan.
Mereka bisa berkreasi membuat telur gulung, cilok, klepon, lapis Surabaya, hingga bentuk-bentuk unik lainnya menggunakan cetakan. Aktivitas ini memperkenalkan anak pada bentuk, tekstur, dan urutan aktivitas dengan cara yang menyenangkan.
Manfaat Bermain Masak-Masakan dengan Play-Doh
- Keterampilan Sosial dan Emosional
Mengutip studi Ester & Situmeang (2025), educational play seperti permainan masak-masakan berdampak signifikan pada perkembangan sosial anak prasekolah. Anak belajar empati, kerjasama, dan komunikasi sosial melalui berbagi alat mainan atau bergiliran bermain peran. - Motorik Halus
Aktivitas mencetak, meremas, dan mengaduk Play-Doh memberikan stimulasi pada otot-otot kecil di tangan dan jari, yang penting untuk menulis, menggambar, atau memakai alat makan sendiri. - Imajinasi dan Kreativitas
Penelitian di International Electronic Journal of Elementary Education menunjukkan bahwa pretend play mendukung perkembangan kognitif, daya imajinasi, dan keterampilan memecahkan masalah sejak dini. - Stimulasi Sensorik
Warna cerah dan tekstur lilin Play-Doh merangsang indera penglihatan, peraba, dan penciuman anak. Aktivitas ini mendukung perkembangan pancaindra serta sistem saraf, membantu anak lebih fokus dan tenang.
Sejak lebih dari enam dekade, Play-Doh telah menjadi bagian dari masa kecil anak-anak di lebih dari 80 negara. Mainan lilin ini tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga membantu mengembangkan kreativitas, motorik halus, dan rasa percaya diri.
Tak heran jika Play-Doh menjadi pilihan banyak orang tua untuk mendukung momen bermain sekaligus belajar anak setiap hari.***
Editor : Syafira
Sumber : klikdokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































