PKRS RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang dan Dokter Muda dari Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta Edukasi Pengunjung Tentang Kesehatan Wanita

masalah kesehatan reproduksi yang sering timbul yaitu terkait dengan terganggunya sistem, fungsi dan proses alat reproduksi yang dapat mempengaruhi keharmonisan hubungan suami-istri bahkan dapat mengganggu kelancaran proses kehamilan dan persalinan.

PKRS RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang dan Dokter Muda dari Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta Edukasi Pengunjung Tentang Kesehatan Wanita
Serius, pengunjung RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang antusias mendengarkan pemaparan dari dokter muda UPN Veteren Jakarta. Foto : Dok. RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang

TIMETODAY.ID – Tak bosan-bosan, Instalasi PKRS RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang terus memberikan edukasi Kesehatan kepada pengunjung rumah sakit.

Kali ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menggandeng Dokter Muda dari Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta memberi edukasi Kesehatan menganai Keputihan pada Wanita.

“Kami Kembali melaksanakan sosialisasi atau edukasi Kesehatan kepada para pengunjung rumah sakit dan kegiatan kami bersama dokter muda memberikan edukasi mengenai keputihan dan Wanita,” ujar kepala PKRS RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Amir, Selasa (2/12/2025)

Advertisement

Kesehatan reproduksi adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsinya serta proses-prosesnya.

Baca Juga :  Masa Tua Berkualitas: Cara Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Lansia

“Khusus pada wanita, alat reproduksi tidak hanya berfungsi untuk bereproduksi atau hamil saja, melainkan juga berfungsi dalam proses menstruasi dan seksual,” tutur salah seorang dokter muda dari Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta saat sosialisasi.

Dia menambahkan, masalah kesehatan reproduksi yang sering timbul yaitu terkait dengan terganggunya sistem, fungsi dan proses alat reproduksi yang dapat mempengaruhi keharmonisan hubungan suami-istri bahkan dapat mengganggu kelancaran proses kehamilan dan persalinan.

“Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang disebabkan oleh lingkungan yang sanitasinya kurang baikyaitu keputihan. Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina selain darah haid. Keputihan ialah istilah keluarnya cairan dari alat kealamin perempuan yang bukan darah,” paparnya.

Secara epidemiologi, fluor albus patologis dapat menyerang perempuan mulai dari usia muda, usia reproduksi sehat maupun usia tua dan tidak mengenal strata pendidikan, ekonomi dan sosial budaya.

Baca Juga :  RSUD R. Moh. Noh. Nur Gelar Edukasi Gizi Seimbang bagi Lansia Peringati HKN ke-61

“Banyaknya wanita yang mengalami keputihan ini disebabkan karena beberapa hal salah satunya adalah kurangnya menjaga kebersihan organ reproduksi,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, keputihan dapat dialami oleh wanita Indonesia akibat Indonesia memiliki iklim tropis, sehingga pertumbuhan dan perkembangan jamur, virus dan bakteri mudah di area lembab yang mengakibatkan banyaknya keputihan.

“Kehidupan seorang wanita dapat terganggu akibat keputihan yang dibiarkan atau tidak diobati. Keputihan yang tidak diobati dapat menyebabkan Penyakit Menular Seksual (PMS), seperti salpingitis, radang panggul, dan endometritis yang menyebabkan ketidaksuburan,” pungkasnya. ***

Editor : Admin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel