TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di antara berbagai jenis jahe yang sering dijumpai di dapur, jahe emprit memiliki karakter tersendiri. Bentuknya kecil, ramping, namun aromanya jauh lebih tajam dan rasa pedasnya lebih kuat dibandingkan jahe merah maupun jahe gajah. Karena itulah rempah ini kerap menjadi pilihan utama dalam racikan herbal serta jamu tradisional.
Tingginya kandungan gingerol dan shogaol membuat jahe emprit dikenal sebagai penghangat tubuh alami sekaligus pendukung kesehatan. Walau berukuran mini, manfaatnya tidak bisa diremehkan.
Ragam Khasiat Jahe Emprit
Berikut beragam manfaat yang diyakini dapat diperoleh dari konsumsi jahe emprit dalam jumlah wajar:
- Menghangatkan tubuh
Pedas alaminya mampu merangsang peningkatan suhu tubuh sehingga cocok dinikmati saat cuaca dingin atau saat badan terasa kurang fit. - Meredakan mual dan masuk angin
Sifat antiperadangan serta efek menenangkan pada pencernaan membantu meredakan mual, termasuk karena mabuk perjalanan, dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat masuk angin. - Mengurangi nyeri otot
Gingerol memiliki efek antiinflamasi yang dapat membantu menurunkan peradangan jaringan, sehingga pegal-pegal maupun nyeri otot terasa mereda. - Mendukung kesehatan pencernaan
Senyawa aktifnya meningkatkan produksi enzim cerna dan memperlancar gerakan usus, membantu meredakan perut kembung serta membuat proses pencernaan lebih nyaman. - Membantu meredakan nyeri haid
Kandungan antinyeri dan antiperadangannya dapat membantu mengurangi kram perut pada masa menstruasi, terutama jika diseduh hangat. - Menjaga daya tahan tubuh
Antioksidan dalam jahe emprit berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sekaligus mendukung kerja sistem imun agar tidak mudah terserang flu atau batuk. - Berpotensi menurunkan kolesterol jahat (LDL)
Beberapa penelitian menunjukkan gingerol dan shogaol dapat membantu tubuh memetabolisme lemak lebih efektif, sehingga risiko penumpukan lemak darah dan gangguan jantung menurun.
Cara Konsumsi dan Batas Aman
Agar khasiatnya optimal, jahe emprit dapat dinikmati sebagai irisan segar, seduhan teh jahe, campuran jamu, atau bahan masakan. Namun, konsumsi tetap perlu dibatasi, idealnya sekitar 2–4 gram jahe segar per hari.
Konsumsi berlebihan dapat memicu sensasi panas pada lambung, diare, atau mulas. Beberapa orang juga mungkin mengalami reaksi alergi berupa gatal atau kemerahan pada kulit.
Jahe emprit sebaiknya dikonsumsi dengan kehati-hatian oleh ibu hamil, anak-anak, maupun mereka yang memiliki gangguan pencernaan.
Penderita yang sedang menggunakan obat pengencer darah disarankan berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi jahe emprit secara rutin.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































