Kebijakan Baru Roblox Tuai Sorotan, Pengguna Pertanyakan Akurasi dan Privasi Verifikasi Usia

Roblox
Demi keamanan pemain muda, Roblox perketat verifikasi usia namun akurasi dan privasi jadi sorotan.

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Roblox kembali menjadi pembicaraan hangat setelah memperkenalkan aturan baru terkait verifikasi usia yang menggunakan swafoto dan identitas resmi. Kebijakan ini diluncurkan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik serta tekanan dari regulator internasional mengenai keamanan anak di platform tersebut.

Pada 18 November lalu, Roblox mengumumkan dua metode verifikasi yang tersedia untuk pemain: estimasi usia melalui pemindaian wajah dan unggahan identitas pribadi. Meskipun disebut sebagai proses sukarela, pengguna yang tidak menjalani verifikasi tidak dapat menggunakan fitur dasar seperti chat salah satu fitur yang paling sering dipakai komunitas.

Setelah verifikasi, pemain akan dikelompokkan berdasarkan rentang usia tertentu, mulai dari di bawah 9 tahun hingga 21 tahun ke atas. Interaksi antar kelompok usia pun dibatasi dan hanya dapat dilakukan melalui sistem Trusted Connection, demi menjaga keamanan komunikasi.

Advertisement

Namun pembaruan ini justru memunculkan gelombang kritik dari komunitas pemain. Banyak pengguna menilai sistem estimasi usia yang diproses oleh pihak ketiga, Persona, tidak berjalan akurat. Sejumlah pemain dewasa dilaporkan diklasifikasikan sebagai anak-anak, sementara sebagian anak justru dinilai sebagai pengguna dewasa sebuah kekeliruan yang menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran.

Baca Juga :  Roblox Luncurkan Akun Kids dan Select, Batasi Pengguna di Bawah 16 Tahun

Keluhan serupa bermunculan di forum-forum komunitas. Seorang pemain menulis, “Saya sudah 23 tahun, tapi Roblox bilang saya 13 tahun. Saya jadi tidak bisa chat dengan teman sendiri.”
Di sisi lain, seorang orangtua mengaku cemas ketika anaknya yang berusia 11 tahun justru masuk kategori dewasa.

Selain akurasi, isu privasi juga menjadi sorotan penting. Pemain mempertanyakan bagaimana data wajah dan identitas disimpan, serta seberapa aman informasi sensitif tersebut berada di tangan platform pihak ketiga.

Chat Room Diperketat Mulai Akhir 2025

Kebijakan verifikasi ini bukan tanpa alasan. Roblox tengah menanggapi berbagai kritik dari pemerintah, orangtua, dan kelompok pemerhati keselamatan anak terkait risiko predator di dunia virtual. Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat bahkan sempat melayangkan gugatan kepada perusahaan sepanjang 2025.

Mulai Desember 2025, proses estimasi usia menjadi syarat wajib untuk menggunakan fitur chat. Aturan ini akan diterapkan secara bertahap di Australia, Belanda, dan Selandia Baru, sebelum diperluas ke seluruh dunia pada Januari 2026.

Baca Juga :  Bocoroan Spesifikasi dan Harga Redmi Note 13, Hadir dalam 5 Varian

Roblox menegaskan bahwa kebijakan ini adalah langkah untuk meningkatkan keamanan pemain usia muda yang menjadi mayoritas pengguna platform. Wakil Presiden Roblox, Rajiv Bhatia, menjelaskan bahwa kelompok usia digunakan untuk memastikan interaksi yang lebih aman.

Misalnya, seorang pemain berusia 12 tahun hanya bisa berbicara dengan pengguna berusia 15 tahun ke bawah, sementara pengguna berusia 18 tahun ke atas memiliki batasan berbeda. Hubungan antar kelompok usia baru bisa dilakukan jika mereka ditambahkan sebagai Trusted Connection, dengan syarat tertentu.

Roblox juga menekankan bahwa gambar dan video untuk proses verifikasi akan langsung dihapus setelah proses selesai, guna mengurangi kekhawatiran soal privasi.

Dengan fitur penyaringan usia yang akan hadir di pembaruan mendatang, perusahaan berharap interaksi di dalam game menjadi lebih aman, transparan, dan dapat menumbuhkan kepercayaan orangtua terhadap platform yang banyak digunakan anak-anak ini. (MG6)

Editor : Admin

Sumber : Liputan6.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel