
Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan langsung kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, yang hadir sebagai bentuk komitmen yang kuat dalam mengembangkan Geopark Gunung Salak serta meningkatkan literasi kebumian dan potensi geowisata daerah.
Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Arah Bupati Bogor, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan PIG sebagai bagian dari paket wisata edukatif perkotaan. Langkah ini menjadi strategi baru dalam memaksimalkan PIG tidak hanya sebagai pusat edukasi geologi, namun juga sebagai destinasi wisata unggulan yang terintegrasi di jantung kota.
Sebagai tindak lanjut dari penyerahan aset tersebut, PIG akan dikembangkan secara terpadu bersama, Taman Siliwangi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan ruang publik terbuka. Situ Cikaret sebagai destinasi wisata udara dan ruang rekreasi perkotaan, kemudian Galeri Perencanaan Bogor (BPG) sebagai pusat edukasi pembangunan daerah,
Sehingga membentuk alur wisata edukatif perkotaan yang lengkap dan saling terhubung.
“Pak Bupati Bogor ingin PIG tidak berdiri sendiri. Kita berintegrasi dengan Taman Siliwangi agar menjadi kawasan wisata edukatif yang lengkap ada unsur sejarah, edukasi geologi, dan ruang interaksi publik. Ke depan, PIG juga akan dikolaborasikan dengan fasilitas edukasi lainnya sehingga tercipta paket wisata edukasi komprehensif bagi pelajar dan wisatawan,” tutur Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika
Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan bahwa terpilihnya Kabupaten Bogor merupakan bentuk pengakuan terhadap keseriusan daerah dalam membangun ekosistem geowisata yang edukatif dan berkelanjutan.
“Pemilihan Kabupaten Bogor oleh Badan Geologi merupakan apresiasi atas potensi geosite kita dan kerja keras pemerintah daerah,” jelas Ajat.
Ajat menambahkan, Bupati Bogor mengarahkan agar PIG Kabupaten Bogor dikembangkan secara terpadu dengan Taman Siliwangi, sehingga menjadi satu kawasan edukasi yang memadukan sejarah, geologi, dan ruang publik ramah masyarakat.
“Harapannya, anak-anak datang ke PIG bukan hanya belajar geologi, tapi mengetahui masa lalu dan masa depan Kabupaten Bogor. Semua terintegrasi dalam satu alur edukasi,” tambah Sekda.
Langkah integrasi ini menciptakan konsep wisata baru kota yang memadukan pendidikan geologi, sejarah, perencanaan daerah, dan ruang interaksi publik. Paket wisata ini diharapkan menjadi daya tarik baru yang memperkuat identitas Kabupaten Bogor sebagai kota yang maju, inklusif, dan ramah wisata.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga menjadikan keberhasilan Banyuwangi sebagai rujukan. Banyuwangi terbukti mampu menarik hampir 16.000 pengunjung per tahun melalui pengelolaan Pusat Informasi Geologi yang dikembangkan sebagai wisata edukasi.
Kesuksesan tersebut menunjukkan bahwa wisata geologi memiliki daya tarik besar dan peluang ekonomi yang menjanjikan.
“Kami optimistis BABI di Kabupaten Bogor, jika dikelola secara kreatif dan terintegrasi, dapat mendatangkan wisatawan dalam jumlah signifikan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal,” ungkapnya.
Penyerahan aset PIG dari Pemerintah Pusat menjadi langkah konkret pertama bagi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kualitas wisata edukatif dan memperkuat posisi Geopark Gunung Salak sebagai destinasi geowisata nasional.
Dengan dukungan penuh Bupati Bogor dan komitmen lintas perangkat daerah, PIG akan menjadi elemen penting dalam pembangunan wisata perkotaan Kabupaten Bogor yang modern, terencana, dan berkelanjutan.***
Editor : Syafira
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































