Presiden Prabowo Tinjau Digitalisasi Pembelajaran di SMPN 4 Bekasi

Prabowo
Presiden Prabowo Tinjau Digitalisasi Pembelajaran di SMPN 4 Bekasi. Foto: YouTube Sekretariat Presiden

TIMETODAY.ID, BEKASI – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meninjau langsung proses belajar dengan papan interaktif digital (smartboard) sekaligus meluncurkan program digitalisasi pembelajaran di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025).

Kedatangan Presiden disambut antusias oleh para siswa yang telah menunggu sejak pagi. Beberapa siswa membawa bendera merah putih dan menyuarakan nama Prabowo, sementara drumband sekolah menambah semarak suasana. Prabowo tiba sekitar pukul 10.45 WIB menggunakan mobil RI-1 Maung Garuda, mengenakan pakaian safari khas dan topi biru, serta melambaikan tangan kepada warga dan siswa di sepanjang jalan menuju sekolah.

Setibanya di sekolah, Presiden bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Mendagri Tito Karnavian, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Menteri Komunikasi dan Digital Meutia Hafidz, Kepala KSP Muhammad Qodari, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, meninjau langsung pelaksanaan program digitalisasi di kelas-kelas.

Advertisement
Baca Juga :  Kamar Homestay Nomor 6, Lokasi Favorit Agus Buntung untuk Melakukan Pelecehan Seksual

Program ini merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang bertujuan mendorong pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi dan memperkuat ekosistem pembelajaran digital yang inklusif. Sebanyak 288.865 sekolah ditargetkan menerima perangkat digital berupa IFP, laptop, media penyimpanan konten, dan perangkat pendukung lainnya. Saat ini, 172.550 perangkat telah sampai di sekolah penerima, 43.022 dalam perjalanan, dan total pengiriman sudah mencapai 215.572 perangkat. Seluruh perangkat ditargetkan tiba pada Desember 2025.

Salah satu guru SMPN 4 Bekasi, Indarwati Komariah, menuturkan bahwa penggunaan smartboard membuat siswa lebih antusias dan memungkinkan mereka berinteraksi secara langsung dengan materi pembelajaran.

“Karena di papan interaktif digital ini tersedia berbagai macam sumber belajar, anak-anak bisa melakukan eksplorasi dan literasi digital melalui buku digital. Selain itu ada game atau permainan yang bisa mengasah kemampuan berpikir analitis mereka,” ujar Indarwati.

Baca Juga :  Presiden Minta Aparat Ungkap Dalang di Balik Teror terhadap Aktivis KontraS

Ia menambahkan, digitalisasi pembelajaran juga menghadirkan laboratorium maya yang memungkinkan siswa melakukan praktik tanpa harus menyiapkan bahan-bahan fisik.

“Mereka bisa praktek langsung di laboratorium maya yang tersedia di papan interaktif. Ini membuat pembelajaran lebih kontekstual, misalnya saat belajar tentang jantung, detak jantung digambarkan seperti fungsi nyata sehingga lebih realistis dan mendekati kehidupan sehari-hari. Pembelajaran pun menjadi lebih bermakna,” ungkapnya.

Dengan program ini, diharapkan proses belajar mengajar di sekolah semakin interaktif dan mempersiapkan siswa menghadapi era digital dengan lebih siap dan kreatif.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel