Harga Emas Antam Turun Rp 4.000, Masih Bertahan di Tren Naik Bulanan

harga emas
ilustrasi harga emas turun (foto istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Setelah sempat menguat selama sepekan terakhir, harga emas Antam 24 karat kembali terkoreksi. Sabtu (25/10/2025), harga logam mulia keluaran PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 4.000 per gram menjadi Rp 2.350.000 per gram.

Mengutip situs resmi Logam Mulia Antam, harga terkecil untuk ukuran 0,5 gram kini dibanderol Rp 1.225.000, sementara ukuran 10 gram dijual seharga Rp 22.995.000.

Untuk ukuran terbesar, yakni 1.000 gram (1 kilogram), harganya mencapai Rp 2.290.600.000.

Advertisement

Meski melemah harian, secara tren harga emas masih menunjukkan pergerakan positif. Dalam sepekan terakhir, harga Antam bergerak di rentang Rp 2.310.000 hingga Rp 2.487.000 per gram.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Tajam, Sentuh Rp2,86 Juta per Gram

Sementara selama sebulan terakhir, kisarannya berada pada Rp 2.171.000 hingga Rp 2.487.000 per gram menandakan pasar emas masih cukup bergairah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Untuk harga buyback atau harga yang ditawarkan Antam jika konsumen menjual kembali emasnya, juga mengalami penurunan sebesar Rp 4.000 menjadi Rp 2.215.000 per gram.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen, yang langsung dipotong dari nilai transaksi.

Berikut rincian lengkap harga emas Antam hari ini, Sabtu (25 Oktober 2025):

  • 0,5 gram: Rp 1.225.000
  • 1 gram: Rp 2.350.000
  • 2 gram: Rp 4.640.000
  • 3 gram: Rp 6.935.000
  • 5 gram: Rp 11.525.000
  • 10 gram: Rp 22.995.000
  • 25 gram: Rp 57.362.000
  • 50 gram: Rp 114.645.000
  • 100 gram: Rp 229.212.000
  • 250 gram: Rp 572.765.000
  • 500 gram: Rp 1.145.320.000
  • 000 gram: Rp 2.290.600.000
Baca Juga :  Emas Antam Cetak All Time High, Naik Rp10.000 Hari Ini

Penurunan harga hari ini memberi peluang bagi investor dan kolektor emas untuk melakukan pembelian di level harga yang lebih rendah.

Namun, bagi yang ingin menjual, tren jangka panjang masih memberikan sinyal positif seiring gejolak ekonomi global dan tren inflasi yang belum sepenuhnya stabil.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel