
TIMETODAY.ID, BOGOR – Toilet utama SDN Kedung Waringin 01, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengalami kerusakan parah setelah pohon rambutan berukuran besar tumbang akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi Senin (22/9/2025) malam. Kerusakan toilet ini berdampak pada 989 siswa yang kini harus menggunakan fasilitas sanitasi terbatas.
Kepala Sekolah SDN Kedung Waringin 01, Sri Andayani, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Pohon yang tumbang di area belakang sekolah memicu pergeseran tanah hingga merusak struktur toilet utama sekolah.
“Ketika pohon rubuh, kemudian ada arus dari sungai yang tinggi juga itu tanah namanya ke gerus jadi bergerak juga,” kata Sri Andayani saat ditemui, Selasa (23/9/2025).
Kondisi toilet utama yang mengalami pergeseran struktur dinilai berbahaya bagi keselamatan siswa sehingga terpaksa ditutup total. Saat ini, siswa hanya dapat menggunakan satu toilet alternatif yang terletak di sebelah kamar mandi guru.
“Awalnya itu termasuk toilet utama karena dinilai bahaya. Untuk alternatif ada toilet satu lagi di sebelah toilet guru tapi masih kurang cukup dengan siswa yang banyak,” ungkap Sri Andayani.
Keterbatasan fasilitas toilet ini menjadi permasalahan serius mengingat jumlah siswa yang mencapai hampir seribu orang. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar dan kesehatan siswa.
Selain toilet utama, bangunan perpustakaan yang berdekatan dengan lokasi pohon tumbang juga mengalami dampak. Meskipun tidak mengalami pergeseran, struktur bangunan perpustakaan bekas laboratorium menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
“Kalau yang perpustakaan bekas lab itu bangunannya menggeser jadi kelihatan pakunya karena posisi pohon belakangnya itu, mungkin agak ketarik seperti itu kondisinya karena pohonnya besar banget,” jelas Sri Andayani.
Pihak sekolah telah melaporkan kejadian ini kepada pemerintah desa, kecamatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor. Tim dari berbagai instansi tersebut sudah melakukan peninjauan lokasi, namun tindak lanjut konkret dari Dinas Pendidikan masih ditunggu.
BPBD menyampaikan bahwa kondisi tanah di area toilet yang rusak sudah kosong dan berisiko longsor. Untuk itu, diperlukan pembangunan turap terlebih dahulu sebelum pembangunan ulang toilet.
“BPBD menyampaikan bahwa tanahnya itu sudah kosong, ngeri ambrol atau apa untuk pengajuan turap dulu di bawahnya baru pembangunan toilet lagi,” kata Sri Andayani.
Dengan kondisi darurat ini, pihak sekolah berharap penanganan segera dapat dilakukan mengingat tingginya risiko bagi keselamatan siswa.
“Dengan kondisi kejadian semalam dari kami pihak sekolah menginginkan secepatnya ada lanjutan dari tindak lanjut dari dinas karena rawan sekali dengan anak-anak sekolah karena rasa penasaran,” pungkas Sri Andayani.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































