Dari Sepak Bola hingga Formula 1, Atlet Dunia Bersatu Suarakan Boikot Israel

Israel
Atlet dunia, dari sepak bola hingga Formula 1, kompak menyerukan boikot terhadap Israel. (Foto: REUTERS/Jeenah Moon)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Selama bertahun-tahun, agresi Israel di Palestina kerap dikecam dunia internasional. Namun, respons dari dunia olahraga nyaris tak terdengar. Kini, keadaan mulai berubah.

Sejak awal 2023, Gaza terus digempur. Lebih dari 65 orang termasuk anak-anak dan perempuan terbunuh dalam serangan Israel. Gencatan senjata yang sempat tercapai Januari lalu pun dilanggar.

Amnesty International mencatat, sejak Maret hampir 20 ribu warga Palestina kehilangan nyawa, puluhan ribu lainnya luka-luka, dan ratusan ribu kini hidup dalam kelaparan karena akses bantuan diblokade.

Advertisement

Meski tragedi itu berlangsung lama, Israel tetap diizinkan berlaga di ajang internasional. FIFA maupun Komite Olimpiade Internasional (IOC) belum mengambil langkah tegas. Padahal, Rusia langsung dibekukan hanya empat hari setelah menginvasi Ukraina pada 2022.

Baca Juga :  PBSI Fajar Alfian Resmi Menikah, Siap Jalani Rumah Tangga dengan Pola LDM Jakarta–Bandung

“Empat hari setelah Rusia memulai perang di Ukraina, FIFA dan UEFA memboikot Rusia. Sekarang sudah 716 hari, yang menurut Amnesty International disebut genosida, namun Israel tetap diizinkan berpartisipasi. Mengapa? Mengapa standar ganda?” kata Eric Cantona, legenda Manchester United, dalam acara Together for Palestine.

Suara keras juga datang dari Gary Lineker. Mantan striker Inggris itu, meski baru saja dipecat BBC karena sikap politisnya, semakin lantang mengecam Israel.

Tekanan tak hanya dari individu. Timnas Spanyol, favorit di Piala Dunia 2026, disebut siap mundur bila Israel tetap lolos kualifikasi.

“Menghadapi Israel dalam situasi ini bukan skenario yang kami harapkan,” ujar John Feehan, Chief Executive basket Irlandia, yang bahkan memilih mundur dari kualifikasi kejuaraan Eropa.

Gelombang protes juga mengiringi ajang olahraga lain. Balap sepeda Vuelta a España diguncang demo besar-besaran masyarakat pro-Palestina, yang mendapat dukungan langsung dari Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez.

Baca Juga :  Konflik Iran vs AS–Israel Meluas, Warga Dubai dan Doha Diminta Mengungsi

Di cabang catur, klub Basque Sestao Chess Club menolak bertanding melawan atlet Israel hingga tujuh pemainnya mundur dari kejuaraan.

Dari lintasan balap Formula 1, suara serupa datang dari Lewis Hamilton. Juara dunia tujuh kali itu mengecam kebijakan Israel di akun media sosialnya. Ia mendesak agar akses bantuan segera dibuka.

“Tak boleh ada lagi anak-anak yang kelaparan,” tulis Hamilton.

Gelombang boikot ini menunjukkan, olahraga kini bukan lagi ruang steril dari politik. Dari lapangan hijau hingga lintasan balap, suara penolakan terhadap Israel semakin keras terdengar. Pertanyaannya, beranikah FIFA dan IOC mengambil langkah nyata?

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel