TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi sebagian orang, berolahraga dengan perut kosong terasa lebih ringan. Namun, tahukah Anda bahwa melewatkan waktu makan sebelum latihan justru bisa menurunkan performa dan membuat tubuh terasa lemas?
Dalam dunia kebugaran, makan sebelum olahraga memiliki peran besar dalam membantu tubuh mendapatkan energi, mencegah rasa lemas, dan meningkatkan performa saat beraktivitas fisik.
Menurut panduan dari Alodokter, pemilihan waktu makan dan jenis makanan yang tepat menjadi faktor penting agar manfaat olahraga bisa optimal tanpa mengganggu sistem pencernaan.
Olahraga dengan perut kosong atau setelah mengonsumsi makanan yang kurang tepat bisa memicu efek samping seperti pusing, mual, hingga penurunan stamina. Sebaliknya, mengatur waktu dan komposisi makanan dapat membuat latihan terasa lebih ringan dan hasilnya lebih maksimal.
“Sayangnya, banyak orang belum menyadari bahwa pola makan sebelum olahraga memiliki peran besar dalam menjaga kenyamanan sekaligus efektivitas aktivitas fisik,” tulis Alodokter dalam panduannya.
Panduan Makan Sebelum Olahraga
Menentukan apa yang dimakan dan kapan waktu yang tepat untuk makan sebelum olahraga bisa menjadi kunci agar tubuh tetap bertenaga dan nyaman. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Jenis makanan utama
Utamakan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi, roti gandum, atau oatmeal untuk energi yang bertahan lama. Tambahkan protein sedang seperti telur, ayam, atau tahu guna mendukung pemulihan otot. Sedikit lemak sehat dari alpukat atau kacang juga boleh dikonsumsi, asalkan porsinya tidak berlebihan.
2. Hindari makanan tertentu
Makanan tinggi lemak seperti gorengan atau santan, makanan pedas, dan makanan berserat tinggi seperti sayuran mentah atau buah tertentu sebaiknya dihindari. Jenis makanan ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, kram, atau mual saat tubuh bergerak aktif.
3. Waktu makan ideal
Idealnya, makanan utama dikonsumsi 2–3 jam sebelum olahraga. Jika waktu latihan sudah dekat, pilih camilan ringan kaya karbohidrat seperti pisang atau roti tawar, sekitar 30–60 menit sebelum berolahraga.
4. Porsi makan
Menentukan porsi juga penting. Makan terlalu banyak bisa menyebabkan rasa begah, mual, atau tidak nyaman di perut saat latihan. Sesuaikan jumlahnya dengan intensitas olahraga yang dilakukan.
5. Cukupi cairan tubuh
Kelembapan tubuh harus dijaga. Minum air putih yang cukup sebelum dan selama olahraga membantu mencegah dehidrasi dan mempertahankan performa fisik.
Hal yang Perlu Diwaspadai
Meski makan sebelum olahraga sangat disarankan, waktu dan kondisi tubuh tetap perlu diperhatikan.
Waktu makan yang terlalu dekat dengan jadwal olahraga bisa menyebabkan kram, mual, atau gangguan pencernaan.
Bagi penderita GERD atau gangguan lambung, makan terlalu dekat dengan waktu latihan dapat menimbulkan nyeri ulu hati atau asam lambung naik.
Sedangkan bagi penderita diabetes, penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai waktu, jenis, dan porsi makan agar kadar gula darah tetap stabil.
Apabila muncul tanda-tanda seperti mual hebat, muntah, lemas berlebihan, atau nyeri perut saat olahraga, disarankan segera menghentikan aktivitas dan berkonsultasi dengan tenaga medis.
Kesimpulan: Dengarkan Tubuh Anda
Menyiapkan makanan sebelum olahraga bukan sekadar soal menu, melainkan tentang memahami kebutuhan tubuh. Setiap orang bisa memiliki pola berbeda, tergantung pada jenis latihan, kondisi kesehatan, dan tujuan kebugaran yang ingin dicapai.
Dengan pemilihan makanan yang tepat, waktu yang pas, dan porsi yang sesuai, tubuh akan lebih siap menjalani olahraga dengan performa terbaik—tanpa lemas, tanpa mual, dan tanpa kehilangan semangat.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































