
TIMETODAY.ID, BOGOR – Aksi warga mengadang truk tambang di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kembali menjadi sorotan publik. Peristiwa yang viral lewat unggahan media sosial itu bukan hanya menunjukkan kemarahan warga, tetapi juga mengungkap masalah klasik terkait lalu lintas truk tambang yang kerap melintas di luar jam operasional.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @infoparung, terlihat sejumlah warga berteriak di sekitar Jembatan Perbatasan Parung Panjang–Tangerang. Mereka menghentikan laju truk tambang yang dinilai memicu kemacetan dan membahayakan pengguna jalan lain.
Aksi protes tersebut dipicu kemacetan parah yang kerap terjadi di jalur tambang Parung Panjang. Warga menuding Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor lalai dalam pengawasan. Pasalnya, kendaraan bermuatan berat itu masih ditemukan melintas di luar jam operasional yang telah ditentukan.
Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, tidak menampik adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan, saat peristiwa terjadi, sebagian petugas tengah beristirahat.
“Itu kan lagi jam istirahat, ada yang lagi salat, ada yang mau makan, sekitar 7–8 orang mungkin,” kata Bayu dikonfirmasi, Selasa (16/9/2025).
Meski demikian, Bayu menegaskan Dishub sudah menugaskan personel sejak dini hari untuk mengatur arus kendaraan.
“Petugas dari jam tiga subuh sudah mengatur lalu lintas di Parung Panjang,” ujarnya.
Bayu memastikan tidak ada petugas yang terluka dalam insiden tersebut. Sebagai tindak lanjut, Dishub Kabupaten Bogor akan melaporkan kejadian itu ke Polres Bogor.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































