
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemkot Bogor berencana mewujudkan transportasi trem sebagai moda transportasi massal. Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengaku sudah ada investor yang siap terlibat dalam proyek itu.
“Investor sudah ada yang menyatakan minat meskipun skema bisnisnya bakal kita matangkan lagi,” kata Dedie kepada wartawan, Rabu (27/8/2025).
Bagi Dedie, transportasi trem adalah bentuk transformasi di bidang transportasi massal dan akan direalisasikan secara serius. Moda transportasi produksi PT Industri Kereta Api (INKA) ini dinilai ramah lingkungan karena menggunakan tenaga listrik.
“Jadi green transportation. Trem ini menggunakan listrik tanpa bensin, tanpa solar, emisinya juga rendah. Kami berharap ini sebagai jawaban kota modern masa depan,” jelasnya.
Transportasi trem Kota Bogor dijadwalkan mulai uji coba pada akhir tahun 2026. Seluruh sarana dan prasarana pengoperasian akan disiapkan langsung oleh PT INKA, dengan lokasi uji coba di Alun-alun Kota Bogor.
“Mudah-mudahan akhir 2026, karena di Solo diuji coba maka di Bogor juga. Trainset juga sudah,” terangnya.
Ketika beroperasi, trem bakal melayani rute sepanjang 8 kilometer mulai dari Baranangsiang dengan 17 halte pemberhentian yang berfungsi sebagai feeder dari LRT yang direncanakan hingga Baranangsiang.
Dedie berharap kehadiran transportasi trem dapat mengurai kemacetan di Kota Bogor. Penumpang trem nantinya dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Biskita Trans Pakuan dan angkot modern sebagai feeder transportasi dalam kota.
“Setelah mereka naik trem, warga bisa pakai Biskita Trans Pakuan. Kemudian feeder yang lebih dalamnya pakai angkot. Tapi angkotnya harus yang modern supaya menunjang Kota Bogor sebagai green city,” tuntasnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































