Dewan Pertimbangan Warning Pemilihan Kadin Jangan Gaduh

TIME TODAY – Musyawarah Kota (Mukota) ke VII, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor akan dilaksanakan 5 April 2021. Berbagai pihak ikut angkat bicara Terkait hajat perhelatan lima tahunan tersebut.

Baca Juga : Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Datangi Polres Bogor

Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Kota Bogor, Tendi Irianto mengatakan, sebagai ketua dewan pertimbangan dan mewakili temen-teman yang lain, berharap Mukota Kadin dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

“Soal dinamika yang terjadi, saya rasa wajar-wajar saja,” ungkap Tendi kepada wartawan, Senin (29/3/2021) siang.

Advertisement

Tendi menegaskan, dirinya hanya mengawal Mukota ini berjalan sesuai dengan AD/ART, kebetulan ia juga kenal dengan para kandidat.

“Saya tidak mau memihak kemana pun, saya cuma berkata ini dinamikanya cukup bagus, dulu kan peminatnya kurang, kemudian di tunjuklah siapa yang mempunyai kerelaan untuk mengadakan Mukota, kemudian jadilah dia ketua, kalau sekarangkan mulai berbeda, sangat dinamis, saya harap bisa sukses Mukota ini,” harapnya.

Baca Juga :  DPRD Pertanyakan Urgensi Proyek Rp300 Miliar Pemkot Bogor

Baca Juga : Sosok Kapten Afwan Pilot Maskapai Penerbangan Sriwijaya Asal Bogor

Baca Juga : Haris Pegang Tongkat Estapet PK KNPI Bogor Selatan

Lanjut Tendi, setelah ditanyakan ke Ketua Kadin Erik Suganda, di informasikan bahwa perhari ini sudah ada 800 KTA yang mendaftar, sedangkan yang menjadi peserta baru 500-an orang yang mendaftar. Apakah sampai jam 16.00 WIB nanti mencapai 800 ada satu kendala yang saya pikirkan karena pendemi ini kan di batasi sampai 100 orang berkumpul di satu tempat termasuk undangan, pemda dan panitia.

Baca Juga :  5 Nama Calon Direksi PPJ Kota Bogor Dinyatakan Lolos, Berikut Daftar Namanya

“Ketua kadin Erik Suganda menjawab ada sistem keterwakilan, yaitu 1 orang mewakili 10 orang, nah petunjuk pelaksanaannya seperti apa proses Mukota, apakah tidak menimbulkan polemik lagi, karena itu rawan dengan hal hal yang negatif, tetapi tidak punya banyak pilihan. Jika mukota harus one men one vot di bagi beberapa sesi, banyangkan jika di izin yang hadir 100 orang, sedangkan pesertanya 1000 orang, masa digelar 10 kali voting,” jelasnya.

Baca Juga : Warga Keluhkan Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

Namun demikian, Tendi berharap mudah mudahan Mukota berjalan lancar dan mendapatkan hasil Mukota yang diakui. “Harapan saya kedepan Kadin harus bisa mewakili kepetingan bisnis jangan hanya satu organisasi,” pungkasnya. (hri)

=========================================================