TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kisah jatuh bangun mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, terus bergulir bak drama politik yang penuh intrik. Setelah terseret dalam penyelidikan rencana kudeta terhadap Presiden terpilih Luiz Inácio Lula da Silva, kini polisi Brasil mengungkap fakta baru: Bolsonaro ternyata sempat ingin mencari suaka ke Argentina.
Dalam laporan resmi yang dirilis Rabu (20/8/2025), polisi mengatakan surat permintaan suaka itu tersimpan di ponsel Bolsonaro. Dokumen tersebut dibuat pada Februari 2024, hanya beberapa hari setelah paspornya disita. Kala itu, ia tengah dibayangi penyelidikan serius terkait dugaan keterlibatannya dalam upaya menggulingkan pemerintahan.
Belum jelas apakah surat itu pernah benar-benar dikirim ke Buenos Aires. Pihak Istana Kepresidenan Argentina juga memilih bungkam saat dimintai komentar. Namun, temuan ini menambah panjang daftar kontroversi Bolsonaro.
Tak hanya soal dokumen, polisi juga menemukan rekaman yang mengindikasikan adanya upaya mengintimidasi otoritas dan memperlambat jalannya investigasi. Laporan akhir polisi bahkan menyebut Bolsonaro bersama putranya, Eduardo yang kini tinggal di AS berusaha mencampuri proses hukum melalui jalur politik.
Persidangan Bolsonaro dijadwalkan dimulai pada 2 September mendatang. Jika terbukti bersalah atas tuduhan menghalangi peradilan dan merusak tatanan demokrasi, hukuman yang menantinya bisa mencapai 12 tahun penjara. Sedangkan untuk kasus rencana kudeta, ancamannya jauh lebih berat: hingga 40 tahun bui.
Meski berulang kali menegaskan dirinya tak bersalah, langkah hukum terhadap Bolsonaro semakin keras. Sejak awal Agustus, ia telah dijatuhi status tahanan rumah oleh Mahkamah Agung. Hakim Alexandre de Moraes menilai Bolsonaro melanggar aturan pengadilan, mulai dari penggunaan media sosial untuk menyebarkan pesan politik hingga dugaan rekaman pidato yang menampilkan monitor pergelangan kaki miliknya.
“Bolsonaro telah menyebar pesan dengan konten yang jelas mendorong serangan terhadap Mahkamah Agung dan mendukung intervensi asing dalam sistem peradilan Brasil,” tulis putusan Moraes, dikutip dari Al Jazeera.
Sebelumnya, hakim juga telah membekukan aset Eduardo Bolsonaro setelah muncul dugaan dana itu digunakan untuk melobi pemerintahan Donald Trump melawan Brasil.
Kini, publik Brasil menunggu: apakah persidangan awal September nanti akan menjadi titik balik yang menutup karier politik Bolsonaro, atau justru bab baru dari drama panjang yang menguji demokrasi Negeri Samba.
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































