TIMETODAY.ID, JAKARTA – Setiap musim balap F1 (Formula 1), sekitar 40.000 ban digunakan dan kemudian menjadi limbah. Pirelli, produsen ban resmi F1, telah menyiapkan sistem pengelolaan untuk memastikan ban-ban bekas tersebut tidak mencemari lingkungan.
Dalam setiap balapan, pembalap F1 biasanya melakukan satu hingga tiga pit stop. Setiap pit stop melibatkan penggantian empat ban sekaligus. Dengan begitu, dalam satu balapan, satu mobil dapat menggunakan hingga 16 ban baru. Selama satu akhir pekan balapan, total sekitar 1.500 ban digunakan oleh seluruh tim.
Pirelli mengelola limbah ini dengan melakukan daur ulang ban bekas. Setelah masa pakainya berakhir, ban-ban F1 tersebut dikirim ke fasilitas daur ulang di Oxfordshire, Inggris. Di sana, ban dipadatkan dan digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam proses pembakaran di pabrik beton, menggantikan batubara.
Selain itu, Pirelli juga terus meneliti alternatif pengelolaan limbah ban lainnya. Salah satunya adalah memanfaatkan serbuk karet dari ban bekas untuk berbagai keperluan, seperti campuran aspal, karpet karet, permukaan lapangan buatan, taman bermain, hingga plug dan selang.
Namun, karena karet ban F1 telah melalui proses vulkanisasi, material tersebut tidak bisa dilebur kembali menjadi ban baru. Meski demikian, daur ulang sekunder tetap memungkinkan pemanfaatan ulang ban bekas, memperpanjang masa pakainya secara signifikan.
Industri daur ulang ban saat ini terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah ramah lingkungan, termasuk di ajang balap bergengsi seperti F1.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di atau via whatsapp timetoday wa channel








































