
TIMETODAY.ID — Sebuah babak baru hubungan Rusia dan Korea Utara akan dimulai di langit. Untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia ke Ukraina, Moskow dan Pyongyang akan kembali terhubung lewat penerbangan langsung.
Langkah bersejarah ini diumumkan Kementerian Transportasi Rusia pada Senin (14/7/2025). Dalam keterangan resminya, pihak Kremlin memastikan rute Moskow–Pyongyang akan mulai dibuka pada 27 Juli mendatang.
“Ini akan menjadi kali pertama ibu kota Rusia dan Korea Utara dihubungkan dengan penerbangan langsung,” demikian pernyataan Kementerian Transportasi Kremlin, dikutip Anadolu Agency.
Dalam rencana awal, maskapai Nordwind Airlines ditunjuk sebagai operator penerbangan ini. Rencananya, pesawat akan terbang sebulan sekali dengan durasi perjalanan yang diperkirakan mencapai delapan jam.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyebut penerbangan ini hanyalah satu dari serangkaian upaya mempererat simpul udara Moskow–Pyongyang.
“Langkah itu dilakukan karena Moskow dan Pyongyang sedang berupaya memperluas koneksi udara,” ujar Zakharova. Sebelumnya, pada Juni lalu, jalur kereta antarnegara yang sempat terhenti juga kembali dioperasikan.
Kalau menoleh ke belakang, jalur udara langsung antara dua ibu kota ini bukanlah hal baru. Pada masa Uni Soviet, penerbangan Moskow–Pyongyang sempat rutin beroperasi. Namun, seiring runtuhnya Uni Soviet, hubungan diplomatik dan ekonomi kedua negara merosot drastis, membuat penerbangan ini turut terhenti.
Belum lagi sederet masalah menambah panjang daftar hambatan. Sanksi internasional, larangan Uni Eropa pada 2006, hingga reputasi maskapai nasional Korea Utara, Air Koryo, yang kerap jadi sorotan karena masalah keselamatan, membuat penerbangan jarak jauh hanya mimpi di atas kertas.
Selama bertahun-tahun, Air Koryo hanya bisa terbang terbatas dari Pyongyang ke Vladivostok—kota Rusia di Timur Jauh yang memang hanya sepelemparan batu dari perbatasan Korut. Rute itu pun hanya dua kali seminggu, diisi diplomat, pejabat, dan segelintir turis yang nekat menjelajah Korea Utara.
Konteks geopolitik baru di era Perang Ukraina kemudian menghidupkan lagi simpul kerjasama dua negara ini. Sejak Rusia meluncurkan agresi ke Ukraina pada Februari 2022, Pyongyang berdiri sebagai sekutu setia.
Tak hanya dukungan moral, tudingan Amerika Serikat dan sekutunya pun menyebut Korea Utara memasok artileri dan rudal balistik untuk Rusia. Bahkan, pasukan Korea Utara dikabarkan turut membantu di medan tempur.
Kini, jalur udara Moskow–Pyongyang akan kembali terbuka, menjadi simbol aliansi baru di tengah geopolitik global yang semakin memanas. Satu penerbangan sebulan memang terkesan kecil, tetapi di baliknya, ada cerita besar tentang diplomasi, kepentingan strategis, dan dinamika blok sekutu yang kian menguat.
Siapkah langit Moskow dan Pyongyang menyambut era baru ini?
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































