TIMETODAY.ID — Microwave sudah menjadi andalan banyak orang untuk menghangatkan makanan dengan cepat dan mudah. Tapi meski praktis, tidak semua jenis makanan aman untuk diproses ulang menggunakan alat ini. Beberapa makanan bahkan bisa menimbulkan risiko kesehatan serius bila tidak dipanaskan dengan cara yang tepat.
Daya tarik utama microwave terletak pada kecepatan dan kemudahannya. Dalam hitungan menit, makanan dingin bisa kembali hangat dan siap santap. Namun, gelombang mikro yang digunakan untuk memanaskan makanan tidak selalu memberikan hasil yang merata atau cukup panas untuk membunuh bakteri berbahaya. Inilah sebabnya, lima makanan berikut justru sebaiknya tidak dipanaskan ulang menggunakan microwave.
1. Nasi Putih
Sebagai makanan pokok sehari-hari, nasi kerap kali dihangatkan ulang. Namun, nasi yang sudah lama berada di suhu ruang bisa menjadi tempat tumbuhnya bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini dapat menghasilkan racun yang tahan terhadap panas. Karena gelombang mikro tidak selalu memanaskan makanan secara merata, risiko spora beracun tetap hidup pun meningkat. Efeknya bisa berupa gejala mual, muntah, hingga diare.
2. Ayam
Menghangatkan ayam, apalagi dalam jumlah besar, bukan tanpa risiko. Daging ayam memiliki bagian dalam yang lebih sulit dipanaskan secara menyeluruh oleh microwave. Akibatnya, bakteri seperti Salmonella bisa saja masih bertahan hidup, terutama jika ayam sebelumnya belum matang sempurna. Risiko keracunan makanan pun mengintai, terutama jika penghangatan tidak mencapai suhu yang cukup untuk membunuh bakteri.
3. Telur Rebus
Telur rebus—baik yang telah dikupas maupun belum—ternyata bisa meledak saat dipanaskan di microwave. Hal ini disebabkan oleh tekanan dari uap yang terperangkap di dalam telur. Ledakan bisa terjadi ketika telur masih berada di microwave, atau bahkan setelah diangkat. Selain membuat dapur berantakan, letupan panas tersebut juga berisiko menyebabkan luka bakar.
4. Daging Olahan
Sosis, nugget, atau daging asap sering kali mengandung zat aditif seperti nitrat dan pengawet. Ketika dipanaskan menggunakan microwave, senyawa-senyawa ini bisa berubah secara kimia. Salah satunya adalah pembentukan cholesterol oxidation products (COPs), yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Di sisi lain, nitrat bisa berubah menjadi nitrosamin, senyawa karsinogenik yang dikenal dapat memicu kanker.
5. Kentang Matang
Kentang yang telah dimasak dan dibungkus aluminium foil lalu disimpan dalam suhu ruang terlalu lama bisa menjadi tempat berkembangnya Clostridium botulinum. Bakteri ini dikenal menyebabkan botulisme, penyakit serius yang menyerang sistem saraf. Memanaskan ulang kentang di microwave saja tidak cukup untuk membunuh bakteri ini, apalagi jika masih dibungkus aluminium foil.
Meski microwave bisa menjadi solusi cepat untuk menghangatkan makanan, penting untuk mengetahui batasan dan risiko yang mungkin tersembunyi di balik kepraktisannya. Memahami jenis makanan yang perlu perlakuan khusus bisa menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































