TIMETODAY.ID, BOGOR – Ratusan pohon mungil berusia puluhan tahun berdiri anggun dalam pot-pot kecil, memamerkan lekuk batang dan ranting yang tak sekadar indah. Untuk pertama kalinya, kompetisi bonsai tingkat nasional digelar di Kabupaten Bogor.
Adalah Entis Sutisna, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, resmi membuka perhelatan ini. Ia tak sekadar berbicara tentang tanaman hias. Ia berbicara tentang hidup, tentang filosofi yang tersembunyi di balik setiap lengkungan ranting dan kekasaran kulit batang bonsai.
“Bonsai bukan sekadar seni merawat tanaman. Ia adalah simbol dari keuletan, kesabaran, ketekunan, dan kasih sayang,” ujar Entis, Minggu (1/6/2025).
Tak seperti tanaman biasa yang tumbuh liar atau cepat besar, bonsai dipahat oleh waktu dan perhatian. Untuk membentuk satu pohon bonsai yang indah, dibutuhkan proses panjang, hingga windu, bahkan dasawarsa. Setiap tarikan kawat, setiap pemangkasan daun, dilakukan dengan cinta dan niat.
“Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Dari batang kecil yang mungkin dulu tampak biasa, kini jadi karya seni bernilai tinggi, bahkan bisa mencapai milaran rupiah,” tutur mantan Kadisdik Kabupaten Bogor periode 2019-2020 itu.
Lebih dari sekadar pameran, kompetisi bonsai ini diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya ekonomi kreatif baru di Kabupaten Bogor. Entis menyebut acara ini sebagai kado indah untuk Hari Jadi Bogor ke-543, sekaligus momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan komunitas pecinta tanaman.
Di balik panggung utama, ratusan bonsai dari berbagai daerah berjejer rapi. Masing-masing menyimpan cerita panjang, tentang petani yang sabar, tentang hujan dan panas yang menemani pertumbuhan, dan tentang dedikasi yang tak kenal lelah.
Alex R Tangkulung, Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), mengaku terkesan dengan penyelenggaraan acara ini. Ia menyoroti bagaimana PPBI Kabupaten Bogor, untuk pertama kalinya, berhasil menyelenggarakan pameran nasional berskala besar.
“Ini pencapaian luar biasa. Mengumpulkan pohon sebanyak ini, dan merawatnya agar tetap dalam kondisi terbaik, bukan perkara mudah,” tutupnya.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































