Tak Perlu Bayar! Pemkab Bogor Buka Pelatihan Kerja Super Lengkap, Cek Syaratnya!

pelatihan kerja
Penampakan gedung di Balai Latihan Kerja (BLK) Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar program pelatihan kerja gratis bagi warga. Program ini menyediakan fasilitas lengkap seperti uang saku harian, makan tiga kali sehari, pakaian pelatihan, hingga tempat menginap.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa pelatihan kerja ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal. Setiap angkatan pelatihan dibatasi maksimal 20 peserta per hari agar kualitas pelatihan tetap terjaga.

“Saat ini pelatihan reguler yang berjalan, per satu angkatan hanya 20 orang setiap hari. Maka kalau per bulan, jika diefektifkan maka per bulannya bisa 40 dan satu tahun kurang lebih sekitar 500 orang,” ujar Rudy, Kamis (29/5/2025).

Pelatihan yang tersedia mencakup 15 jenis keahlian, seperti otomotif, pengelasan (termasuk bawah air), pembuatan furnitur, desain digital, dan lain-lain.

“Ada 15 item pelatihan, jadi di setiap gedungnya ada lantai dua yang digitalisasi kelas terkait untuk desain,” terang Rudy.

Ia menegaskan bahwa seluruh pelatihan diberikan secara gratis oleh Pemkab Bogor. “Semuanya gratis diberikan pelatihan dari Pemerintah Kabupaten Bogor oleh Dinas Tenaga Kerja, syaratnya hanya KTP, KK, dan ijazah terakhir,” tambahnya.

Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, menyebut peserta akan mendapatkan pelatihan intensif selama enam minggu. Selama masa pelatihan, peserta juga menerima uang saku sebesar Rp30.000 per hari.

“Kalau dikalikan 30 hari, uang saku yang diterima peserta mencapai Rp900.000,” kata Nana.

Selain uang saku, peserta juga mendapat snack, makan tiga kali sehari, dan seragam pelatihan. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi Disnaker Kabupaten Bogor.

Meskipun tidak dibatasi oleh jenjang pendidikan terakhir, seleksi tetap dilakukan karena kuota pelatihan terbatas.

“Kuota kami hanya 20 peserta per pelatihan. Maka, kami adakan seleksi untuk memastikan peserta yang benar-benar siap dan membutuhkan pelatihan,” jelas Nana.

Pemkab Bogor berharap program ini mampu mencetak tenaga kerja terampil dan siap bersaing di dunia industri.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Janji Irman Nurcahyan ke Cabup Bogor Rudy Susmanto: Dapil 6 Menang 85 Persen

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel