Dedie Rachim Semringah Kota Bogor Didatangi Tamu Internasional : Dongkrak Sektor Pariwisata

Dedie Rachim
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Foto : timetoday.id

TIMETODAY.ID, BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyambut gembira kedatangan delegasi dari 13 negara yang mengunjungi Kota Bogor dalam kegiatan World Congress on Clinical Nutrition (WCCN) 2025. Kehadiran para tamu mancanegara ini dinilai sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan.

“Ya, buat Kota Bogor tentu senang karena ada peserta dari 13 negara yang bermalam, memanfaatkan fasilitas hotel di Bogor, kemudian berwisata juga ke Kebun Raya termasuk belanja. Ini menjadi hal yang menarik buat kita untuk menjadi tuan rumah,” kata Dedie kepada wartawan, Rabu (29/5/2025) malam.

Menurut Dedie, kehadiran tamu asing di kota hujan ini tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga membuka peluang Bogor menjadi tuan rumah berbagai kegiatan internasional di masa depan.

“Saya siap kalau ada kegiatan-kegiatan level internasional dan nasional, kalau perlu kita jamu di Balai Kota untuk menjadi bagian dari kesuksesan acara di Bogor,” ujarnya.

Dedie menambahkan, Pemkot Bogor sengaja mengundang para tamu tersebut untuk mencicipi kuliner khas Bogor serta menyaksikan pertunjukan seni budaya tradisional. Hal ini diharapkan dapat meninggalkan kesan mendalam dan mendorong kunjungan lanjutan di kemudian hari.

“Kita undang ke sini untuk bisa menikmati makanan Bogor, termasuk juga tarian-tarian tradisional Bogor, sehingga mereka punya kenangan dan mudah-mudahan datang lagi, membawa berita baik dan membawa keluarga,” tambahnya.

Kegiatan kunjungan internasional ini berlangsung selama tiga hari. Sejumlah lokasi dikunjungi peserta, termasuk pabrik tempe Azaki di Tanah Sareal dan Kebun Raya Bogor.

“Total tiga hari, hari ini sudah melakukan field trip ke Tempe Azaki di Tanah Sareal dan Kebun Raya,” jelas Dedie.

Ia pun menegaskan bahwa semakin banyak tamu yang datang ke Bogor, maka pihaknya semakin bersemangat.

“Lebih banyak tamu ke Bogor, kita lebih senang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sektor perhotelan di Kota Bogor menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Dampaknya mulai terasa nyata, terutama bagi hotel yang selama ini bergantung pada kegiatan dinas pemerintah.

Hingga pertengahan April 2025, tercatat tiga hotel di Bogor telah menghentikan operasionalnya. Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut bahwa kondisi ekonomi nasional yang kurang stabil turut memperburuk situasi ini. Ia menyoroti bahwa hotel-hotel yang bertumpu pada segmen MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) paling terdampak.

“Hotel-hotel yang beroperasi pada hari kerja biasanya mengandalkan agenda rapat dari instansi pemerintah. Ketika anggaran diperketat, kegiatan MICE menurun drastis dan ini sangat memengaruhi kelangsungan bisnis mereka,” ujar Dedie beberapa waktu lalu.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Ormas, LSM, dan Pemkab Bogor Sepakat Jaga Kondusifitas dan Pembangunan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel