TIMETODAY.ID, BOGOR – Kepala Sekolah SMP Mardi Waluya Cibinong, Rina Astuti, membeberkan motif siswanya melakukan pemukulan kepada korban. Menurutnya, insiden tersebut hanya spontanitas. Pemukulan tersebut tidak ada kaitannya dengan perintah pelatih atau dendam pribadi.
“Motif pemukulan ini bukan karena ada suruhan dari pelatih untuk bermain kasar atau adanya dendam kepada korban. Insiden ini terjadi secara spontan,” ujar Rina kepada wartawan, Senin (24/2/2025).
Sebagai langkah responsif, pihak sekolah telah memberikan sanksi pemberhentian terhadap pelatih basket SMN yang terlibat langsung dalam insiden tersebut, efektif sejak 21 Februari 2025.
“Pelatih memiliki peran penting dalam membentuk mental dan perilaku siswa, baik di dalam maupun di luar lapangan,” jelasnya.
Atas insiden tersebut, manajemen SMP Mardi Waluya mengaku bertanggung jawab penuh dan berjanji akan memberikan sanksi tegas sebagai bentuk pembelajaran bagi pelatih dan siswa yang terlibat. Rina juga berharap insiden ini tidak terulang di masa depan.
Reporter: Amelia Azizah





































