Hong Kong Luncurkan Panda Frenzy, Strategi Baru Dongkrak Pariwisata

Pemerintah Hong Kong meluncurkan program Panda Frenzy
ilustrasi panda (iStock)

TIMETODAY.ID – Pemerintah Hong Kong meluncurkan program Panda Frenzy untuk menarik lebih banyak wisatawan dan menghidupkan kembali sektor pariwisata yang lesu, sekaligus memperbaiki perekonomian kota.

Program ini berfokus pada enam panda yang menjadi daya tarik utama dalam strategi pariwisata. Sebagai bagian dari upaya ini, dua anak panda kembar berusia enam bulan baru-baru ini diperkenalkan ke publik di Ocean Park guna menarik lebih banyak pengunjung.

Langkah ini terinspirasi dari kesuksesan viral Moo Deng, seekor kuda nil kerdil di Thailand yang populer di media sosial pada 2024 dan mendorong lonjakan wisatawan.

Advertisement

Debut publik anak-anak panda tersebut dianggap sebagai momen penting bagi Ocean Park. Ketua taman hiburan, Paulo Pong, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan ke taman meningkat signifikan.

“Wisatawan kembali mendekati angka sebelum pandemi, ini pertanda positif,” ujarnya, dikutip dari The Straits Times, Sabtu (15/2/2025).

Taman ini merawat enam panda, termasuk Ying Ying dan Le Le, yang diberikan oleh pemerintah Beijing pada 2007.

Setelah 17 tahun upaya perkawinan, Ying Ying akhirnya melahirkan anak kembar pada Agustus tahun lalu, menjadikannya ibu panda tertua di dunia pada usia 19 tahun (setara 57 tahun dalam usia manusia). Anak-anaknya saat ini disebut sebagai elder sister dan younger brother.

Baca Juga :  Tanpa Bayaran, Tony Leung Ungkap Alasan Muncul di MV Cool With You

Selain itu, panda betina Ke Ke, yang berusia lima tahun, bersama pasangannya An An, juga menjadi perhatian setelah diberikan sebagai hadiah dari pemerintah Tiongkok tahun lalu.

Debut publik keduanya pada Desember 2024 menarik banyak pengunjung, dan pengelola berharap fenomena serupa terjadi dengan kemunculan dua anak Ying Ying.

Data menunjukkan peningkatan pemesanan Ocean Park di Trip.com sebesar 20 persen setelah pengumuman debut anak panda pada 21 Januari. Wisatawan internasional menyumbang 75 persen permintaan, sementara jumlah pengunjung lokal meningkat hingga 60 persen.

Meskipun terjadi peningkatan jumlah wisatawan, sektor pariwisata Hong Kong masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan pertumbuhan ini dalam jangka panjang.

Pariwisata di kota ini masih jauh dari puncaknya sebelum pandemi Covid-19, dengan berbagai faktor seperti peraturan ketat dan undang-undang keamanan nasional yang mengurangi daya tarik Hong Kong bagi turis mancanegara.

Baca Juga :  New York Bergejolak, Tapi Wali Kota Eric Adams Tolak Bantuan Garda Nasional

Di sisi lain, perlambatan ekonomi juga berdampak pada pengeluaran wisatawan dari Tiongkok, yang merupakan mayoritas pengunjung Hong Kong.

Carlos Casanova, ekonom senior Asia di Union Bancaire Privee, menyatakan bahwa pariwisata saja tidak cukup untuk memperbaiki ekonomi tanpa strategi yang lebih luas.

Menurut data badan pariwisata setempat, Hong Kong mencatat 45 juta wisatawan pada 2024, sedikit di bawah target pemerintah sebesar 46 juta. Angka ini meningkat 31 persen dibanding 2023, tetapi masih jauh dari rekor tertinggi 65 juta pengunjung pada 2018.

Sebagai kota yang dikenal sebagai Asia’s World City, Hong Kong menargetkan sektor pariwisata berkontribusi HK$120 miliar (Rp 250,64 triliun) pada 2029, naik dari HK$75,3 miliar (Rp 157,29 triliun) pada 2023.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menarik wisatawan, termasuk pembagian tiket pesawat gratis, penyelenggaraan acara besar, hingga kampanye agar warga lebih sering tersenyum, meskipun sebagian besar strategi tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel