Profil AKBP Malvino Edward Yusticia, Mantan Perwira Polri yang Dipecat Imbas Dugaan Pemerasan

profil AKBP Malvino Edward Yusticia
Ilustrasi.

TIMETODAY.ID – Berikut adalah profil AKBP Malvino Edward Yusticia, ia resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dari jabatannya sebagai anggota Polri.

Keputusan ini diambil setelah ia terlibat kasus dugaan pemerasan terhadap seorang warga negara Malaysia di konser Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.

Pemecatan Melalui Sidang Etik

Advertisement

Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis (2/1/2025), memutuskan pemberhentian Malvino.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa sidang memberikan dua sanksi kepada Malvino.

“Sanksi administrasi berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) sebagai anggota Polri, serta sanksi etika atas perilaku tercela,” ujar Trunoyudo.

Baca Juga :  Sidang Kode Etik: Tiga Polisi Ditresnarkoba Dipecat karena Pemerasan Penonton DWP 2024

Sebelumnya, Malvino telah menjalani sanksi penempatan khusus (patsus) selama enam hari sejak 27 November 2024 hingga 2 Januari 2025.

Riwayat Hidup dan Karier

Malvino Edward Yusticia lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 9 Agustus 1985. Pria 39 tahun ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006 dan memiliki perjalanan karier yang cukup gemilang sebelum kasus ini mencuat.

Ia menempuh pendidikan lanjutan di Sespimen Polri di Lembang, Jawa Barat, dan sempat belajar tentang evolusi terorisme di Selandia Baru pada 2016. Selepas pendidikannya di Selandia Baru, ia menjabat sebagai Panit Reskrim di Polda Metro Jaya dan menangani sejumlah kasus besar, seperti perampokan serta pembunuhan satu keluarga di Pulomas pada 2016.

Baca Juga :  Wujudkan Konsumsi Sehat, Pemkab Bogor Selenggarakan "Gebyar Pasar Pangan Aman 2026"

Malvino juga berhasil membongkar jaringan narkotika internasional, termasuk kasus sabu-sabu jaringan Taiwan di Anyer pada Juli 2017 dan pengungkapan sabu-sabu seberat 1,2 ton pada April 2021.

Latar Belakang Pendidikan

Malvino memiliki latar pendidikan hukum yang kuat. Ia menyelesaikan S1 Hukum di Universitas Negeri Jenderal Soedirman pada 2010 dan S1 Ilmu Kepolisian di STIK-PTIK pada 2013. Gelar Magister Hukum diraihnya pada 2012, dan pada 2016 ia menyelesaikan studi Master of Strategic Studies di Victoria University of Wellington, Selandia Baru.

Sayangnya, perjalanan karier yang cemerlang tersebut harus berakhir dengan pemecatan akibat pelanggaran kode etik yang mencoreng nama institusi. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel