TIMETODAY.ID, BOGOR – Program Makan Bergizi Gratis yang direncanakan akan dilaksanakan di posyandu pada 2025 masih belum memiliki kejelasan. Hingga kini, pengurus posyandu di Kota Bogor mengaku belum menerima informasi teknis terkait pelaksanaan program tersebut.
Warga menyambut baik rencana ini, mengingat selama ini pemberian makanan tambahan di posyandu banyak bergantung pada bantuan dari para dermawan.
Salah satu pengurus RW 15 Kelurahan Cimahpar, Ucok, menyatakan bahwa program ini dapat membantu meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil di wilayahnya.
“Program ini bagus untuk menambah gizi peserta posyandu,” ujar Ucok, seperti dikutip dari beritasatu.com, Senin (30/12/2024).
Ucok menjelaskan, selama ini bantuan makanan tambahan di posyandu biasanya diperoleh dari warga sekitar yang memiliki rezeki lebih. Namun, bantuan ini cenderung meningkat saat masa pemilu dan berkurang setelahnya.
Di Kota Bogor, terdapat 983 posyandu yang tersebar di 68 kelurahan. Program Makan Gratis diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan bagi pengurus posyandu yang kerap menghadapi keterbatasan sumber daya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menyatakan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) terkait pelaksanaan program ini.
“Sampai saat ini, kami masih menunggu juknisnya,” kata Retno. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































