Stroke Ringan dan Aritmia, Kondisi Terbaru Pemerhati Anak Kak Seto

Kak Seto
Kak Seto (Foto: Instagram @kaksetosahabatanak)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Suasana haru menyelimuti kabar dari pemerhati anak nasional, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto. Pria yang selama ini dikenal ceria dan penuh semangat itu kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami stroke ringan dan aritmia, yaitu gangguan irama jantung.

Awalnya, keluhan yang dirasakan Kak Seto tampak sepele—sekadar pusing biasa. Namun belakangan diketahui bahwa gejala tersebut merupakan tanda awal gangguan pada sistem peredaran darah di otak.

Menanggapi kondisi tersebut, dr Pricilla Yani Gunawan, SpN, Subsp ENK(K), seorang neurolog dari Siloam Hospital, memberikan penjelasan penting.

Advertisement

Menurutnya, aritmia merupakan salah satu faktor risiko signifikan terhadap stroke, bahkan pada mereka yang terlihat sehat dan memiliki hasil pemeriksaan tubuh normal.

Baca Juga :  Berjuang Lawan Glioma, Aktris Kelley Mack Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun

“Gangguan irama jantung bisa meningkatkan risiko stroke hingga tujuh kali lipat, meskipun tensi bagus, kolesterol bagus, dan gula darah juga sudah terkontrol,” jelas dr Pricilla mengutip dari detik.com, Rabu (29/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa aritmia dan tekanan darah tinggi memiliki hubungan erat, karena keduanya sama-sama dapat mengganggu aliran darah ke otak. Bila tidak ditangani, gangguan ini dapat menyebabkan suplai oksigen ke otak terganggu dan berujung pada stroke.

“Seiring bertambahnya usia, risiko aritmia juga meningkat,” tambahnya.

Dikutip dari Medical News Today, sejumlah penelitian juga memperkuat penjelasan tersebut. Aritmia, terutama jenis atrial fibrillation (AFib), dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah di jantung.

Baca Juga :  Lucinta Luna Jadi Sorotan Usai Salat Id di Luar Negeri, Ini Alasannya

Gumpalan ini kemudian bisa berpindah ke otak dan menyumbat aliran darah, memicu stroke iskemik  jenis stroke yang paling sering terjadi.

Penelitian juga mencatat bahwa pasien dengan aritmia cenderung mengalami stroke yang lebih parah serta memiliki tingkat komplikasi lebih tinggi dibanding mereka yang tidak memiliki gangguan irama jantung.

Kini, publik berharap Kak Seto segera pulih. Sosok yang telah puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk anak-anak Indonesia itu kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan jantung dan mengenali gejala awal stroke sejak dini.***

 

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel