TIMETODAY.ID, BOGOR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor menurunkan 110 personel untuk mengamankan jalannya festival yang berlangsung dari kawasan Vihara Dhanagun hingga titik finish di Simpang Siliwangi. Pengamanan ini mencakup pengaturan iring-iringan, pengawasan ketertiban, serta pencegahan pungutan liar (pungli).
Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan adanya indikasi pungli yang dilakukan oleh oknum di beberapa stand panitia yang dipasang di sepanjang jalan, mulai dari Bakso Titoti hingga RS Vania.
“Tadi kami coba cek ke lokasi dan memang ada beberapa laporan terkait pungli terhadap para pedagang. Ini bagian dari festival, tetapi ketika kami periksa, ada satu atau dua laporan yang masuk pagi tadi. Untuk yang lainnya, kami pastikan clear,” ujar Agustian kepada timetoday.id, Rabu (12/2/2025).
Selain itu, Satpol PP bersama Polresta Bogor Kota juga meningkatkan pengawasan guna menjaga keamanan peserta dan penonton. Mengingat kepadatan pengunjung, potensi kejahatan seperti pencopetan menjadi perhatian utama.
“Namanya tempat ramai, mungkin ada copet. Tapi kami bersama jajaran Polresta Bogor Kota akan semaksimal mungkin mengamankan agar acara berjalan lancar. Jika ada aduan, segera laporkan ke petugas yang standby di setiap titik,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi keadaan darurat, panitia telah menyiapkan ruang medis di beberapa titik, termasuk di titik start, tengah, dan akhir. Mobil ambulans serta mobil pemadam kebakaran juga disiagakan di Jalan Lawang Seketeng untuk memberikan respons cepat jika terjadi insiden seperti peserta yang pingsan di tengah kerumunan.
“Kami pastikan acara berjalan tertib dan lancar seperti tahun lalu. Sejauh ini masih aman, dan mudah-mudahan tetap seperti itu,” tutup Agustian.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































