TIMETODAY.ID, JAKARTA — Minum air putih selama berada di pesawat bukan sekadar untuk menghilangkan rasa haus. Para ahli justru menyarankan penumpang memperbanyak asupan cairan, terutama saat melakukan penerbangan jarak jauh, karena tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi di dalam kabin pesawat.
Lalu, apa penyebabnya?
Udara Kabin Sangat Kering
Salah satu penyebab utama adalah tingkat kelembapan udara di dalam kabin pesawat yang jauh lebih rendah dibandingkan di daratan. Udara yang kering membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui kulit dan pernapasan.
Akibatnya, penumpang lebih rentan mengalami gejala dehidrasi, seperti:
- Rasa haus
- Mulut dan bibir kering
- Kulit terasa kering
- Sakit kepala
- Mudah lelah
- Pusing
- Mata terasa kering atau iritasi
Risiko tersebut semakin meningkat jika penerbangan berlangsung selama berjam-jam.
Berapa Banyak Air yang Sebaiknya Diminum?
Dokter spesialis kedokteran perjalanan menyarankan penumpang mengonsumsi sekitar 200–400 ml air setiap jam selama penerbangan.
Rekomendasi serupa juga disampaikan Aerospace Medical Association (AsMA) yang menganjurkan minum sekitar 250–280 ml air setiap jam agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Meski demikian, kebutuhan cairan setiap orang bisa berbeda, tergantung usia, kondisi kesehatan, hingga durasi penerbangan.
Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Dehidrasi?
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan cairan selama penerbangan, antara lain:
- Anak-anak
- Lansia
- Ibu hamil
- Penumpang dengan kondisi kesehatan tertentu
Karena itu, kelompok tersebut perlu lebih memperhatikan asupan cairan selama perjalanan.
Cara Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi Saat Naik Pesawat
Agar tubuh tetap segar selama perjalanan udara, lakukan beberapa langkah berikut:
- Minum air putih sebelum naik pesawat.
- Bawa botol minum atau tumbler yang dapat diisi ulang setelah melewati pemeriksaan keamanan bandara.
- Minum sedikit demi sedikit, tetapi secara rutin selama penerbangan.
- Konsumsi buah dan sayuran yang kaya kandungan air, seperti semangka, melon, stroberi, mentimun, dan tomat.
- Batasi konsumsi minuman beralkohol karena dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.
- Konsumsi kopi atau teh secukupnya dan hindari berlebihan.
- Jangan sengaja mengurangi minum hanya agar tidak bolak-balik ke toilet, karena hal tersebut justru meningkatkan risiko dehidrasi.
Kenapa Jangan Takut Sering ke Toilet?
Sebagian penumpang sengaja mengurangi minum agar tidak perlu sering ke kamar kecil. Padahal, kebiasaan ini kurang baik bagi kesehatan.
Selain mencegah dehidrasi, berjalan menuju toilet sesekali juga membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi risiko tubuh menjadi kaku akibat duduk terlalu lama.
Kesimpulan
Udara kabin pesawat yang memiliki kelembapan rendah membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat dibandingkan saat berada di darat. Oleh karena itu, penumpang disarankan minum sekitar 250 ml air setiap jam, terutama pada penerbangan jarak jauh. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu mengurangi risiko dehidrasi, menjaga kebugaran, sekaligus membuat perjalanan terasa lebih nyaman.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































