TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bangun tidur idealnya membuat tubuh terasa segar setelah beristirahat semalaman. Namun, sebagian orang justru mengawali hari dengan keluhan pegal, kaku, atau nyeri di berbagai bagian tubuh.
Kondisi tersebut bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari posisi tidur yang kurang tepat, kebiasaan sehari-hari, hingga adanya gangguan kesehatan tertentu. Karena itu, mengenali penyebabnya menjadi langkah penting agar keluhan dapat ditangani dengan tepat.
Berikut beberapa penyebab tubuh terasa sakit saat bangun tidur.
- Posisi tidur yang kurang ergonomis
Cara tidur yang kurang tepat dapat memberikan tekanan berlebih pada otot, sendi, dan saraf. Misalnya, posisi leher yang terlalu menekuk, punggung terpelintir, atau lutut tertekuk dalam waktu lama.
Kondisi tersebut dapat mengganggu sirkulasi darah dan membuat otot menjadi tegang, sehingga tubuh terasa pegal ketika terbangun.
- Kasur dan bantal tidak menopang tubuh dengan baik
Kasur yang terlalu keras maupun terlalu empuk sama-sama berpotensi menyebabkan nyeri. Kasur keras dapat menekan area bahu, pinggul, dan punggung bawah, sedangkan kasur yang terlalu lembut membuat tulang belakang kehilangan posisi alaminya.
Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah juga dapat membuat posisi leher tidak sejajar dengan tulang belakang sehingga memicu nyeri pada leher, bahu, hingga sakit kepala.
- Kurang melakukan aktivitas fisik
Terlalu lama duduk atau minim bergerak sepanjang hari dapat membuat otot dan sendi menjadi kaku. Saat tubuh beristirahat selama berjam-jam di malam hari, kekakuan tersebut bisa terasa lebih jelas ketika bangun tidur.
Olahraga ringan dan peregangan secara rutin dapat membantu menjaga kelenturan otot dan persendian.
- Tubuh mengalami dehidrasi
Kurangnya asupan cairan juga dapat memengaruhi kondisi otot. Air berperan menjaga keseimbangan elektrolit yang dibutuhkan untuk proses kontraksi dan relaksasi otot.
Jika tubuh kekurangan cairan sebelum tidur, otot lebih rentan mengalami kram atau pegal saat bangun keesokan harinya.
- Aktivitas fisik yang terlalu berat
Melakukan aktivitas yang lebih berat dari biasanya, seperti mendaki gunung, bersepeda jarak jauh, atau berkebun seharian, dapat memicu nyeri otot pada hari berikutnya.
Keluhan ini merupakan respons alami karena otot bekerja lebih keras dan umumnya akan membaik setelah tubuh memperoleh waktu istirahat yang cukup.
- Pola makan kurang seimbang
Asupan gizi turut memengaruhi proses pemulihan otot saat tidur. Konsumsi makanan tinggi gula, makanan olahan, maupun gorengan secara berlebihan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.
Sebaliknya, kekurangan protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat dapat menghambat proses perbaikan jaringan sehingga tubuh lebih mudah terasa pegal.
- Dipengaruhi kondisi kesehatan tertentu
Pada beberapa kasus, nyeri saat bangun tidur bisa berkaitan dengan penyakit seperti radang sendi, fibromyalgia, lupus, atau multiple sclerosis. Kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan maupun gangguan pada otot dan saraf sehingga keluhan muncul secara berulang.
Selain itu, faktor usia juga berperan. Seiring bertambahnya usia, kemampuan otot dan sendi untuk pulih mengalami penurunan sehingga tubuh lebih mudah terasa kaku setelah bangun tidur.
Untuk membantu mengurangi keluhan, disarankan menjaga kualitas tidur, rutin berolahraga, melakukan peregangan, memenuhi kebutuhan cairan, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Apabila nyeri tidak kunjung membaik, semakin berat, atau disertai gejala lain seperti pembengkakan sendi, demam, maupun kelemahan otot, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani lebih lanjut.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































