Nyeri Belikat Kiri, Gejala Sepele yang Bisa Jadi Alarm Kesehatan

belikat kiri
ilustrasi sakit di belikat kiri (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bayangkan Anda sedang bekerja di depan laptop, atau baru saja menurunkan galon air ke dispenser. Tiba-tiba, rasa nyeri menusuk terasa di bagian belikat kiri.

Banyak orang mungkin langsung menganggapnya sebagai pegal biasa akibat aktivitas. Padahal, sakit di area ini tidak selalu sesederhana itu.

Keluhan belikat kiri sakit bisa dialami siapa saja: pegawai kantoran yang duduk terlalu lama, ibu rumah tangga yang seharian mengurus pekerjaan rumah, pelajar yang membawa tas berat, hingga pengendara motor jarak jauh.

Advertisement

Menariknya, meski sering dianggap remeh, nyeri belikat kiri kadang justru menjadi alarm tubuh akan masalah kesehatan serius.

Mengurai Beragam Penyebab Belikat Kiri Sakit

Ada banyak alasan mengapa belikat kiri bisa terasa nyeri. Sebagian ringan, sebagian lain patut diwaspadai.

  • Cedera otot atau ligamen. Aktivitas seperti mengangkat barang berat, olahraga intens, atau terjatuh bisa menimbulkan tarikan pada otot belikat. Akibatnya, timbul rasa nyeri tajam yang makin terasa saat lengan digerakkan.
  • Ketegangan otot karena postur. Duduk membungkuk berjam-jam, membawa tas di satu bahu, atau gerakan berulang seperti mengepel bisa membuat otot sekitar belikat kaku dan berat.
  • Gangguan sendi. Radang sendi (arthritis) maupun radang bantalan sendi (bursitis) bisa menimbulkan nyeri, kadang disertai bunyi ‘krek’ saat bahu digerakkan.
  • Patah atau dislokasi belikat. Meski jarang, benturan keras akibat kecelakaan bisa memicu patah atau bergesernya tulang belikat. Rasa sakitnya hebat, disertai bengkak dan keterbatasan gerak.
  • Saraf kejepit. Tekanan di saraf leher atau punggung atas dapat menimbulkan nyeri menusuk, kesemutan, hingga kelemahan otot bahu.
  • Gangguan organ dalam. Penyakit paru, gangguan lambung, bahkan masalah jantung bisa memunculkan gejala berupa sakit belikat kiri. Pada kasus serangan jantung, misalnya, nyeri di belikat kiri bisa menjadi gejala utama yang sering diabaikan.
Baca Juga :  Sambal Favorit Bisa Bikin Perih, Ini Cara Menikmati Pedas Tanpa Nyeri

Selain itu, faktor psikologis seperti stres juga kerap memicu nyeri di area belikat.

Menangani Nyeri Belikat Kiri di Rumah

Sebagian besar kasus nyeri belikat bisa mereda dengan langkah sederhana, misalnya:

  • Istirahat dan batasi aktivitas berat.
  • Kompres dingin atau hangat 15–20 menit, 2–3 kali sehari.
  • Konsumsi pereda nyeri sesuai aturan.
  • Lakukan peregangan ringan jika tidak ada cedera serius.
  • Perbaiki postur duduk dan berdiri.
Baca Juga :  Sering Nyeri Ulu Hati? Waspadai Tanda-Tanda Maag Kronis Sebelum Terlambat

Namun, jangan buru-buru memijat area nyeri sebelum tahu penyebab pastinya.

Kapan Harus Waspada?

Tidak semua nyeri belikat bisa dianggap enteng. Segera periksakan diri ke dokter jika keluhan disertai:

  • Sesak napas, dada terasa berat, atau keringat dingin.
  • Nyeri hebat yang muncul mendadak.
  • Demam tinggi, batuk berdarah, atau penurunan berat badan drastis.
  • Tidak membaik setelah 2–3 hari perawatan mandiri.
  • Kesulitan menggerakkan bahu atau lengan.

Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda masalah serius, mulai dari gangguan paru, penyakit jantung, hingga cedera tulang.

Penting untuk Peka pada Sinyal Tubuh

Nyeri belikat kiri memang seringkali hanya soal postur atau kelelahan otot. Tapi jangan sepelekan jika rasa sakit datang tiba-tiba, intens, atau disertai gejala lain yang mencurigakan. Tubuh sering memberi peringatan halus sebelum kondisi memburuk.

Dengan mengenali penyebab, melakukan perawatan tepat, dan tahu kapan harus mencari pertolongan medis, Anda bisa mencegah risiko yang lebih besar.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel