Rahasia di Balik Aroma Parfum yang Terus Berubah, Kenali Fungsi Tiap Notes

parfum
ilustrasi parfum. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pernah menyemprotkan parfum lalu mencium aroma segar jeruk atau bunga di awal, tetapi beberapa jam kemudian wanginya berubah menjadi lebih hangat, lembut, atau manis? Perubahan tersebut bukan menandakan kualitas parfum menurun, melainkan bagian dari cara kerja parfum yang memang dirancang berlapis.

Dalam dunia wewangian, sebuah parfum disusun layaknya sebuah cerita. Ada aroma pembuka yang langsung menarik perhatian, bagian tengah yang menjadi karakter utama, hingga aroma penutup yang bertahan paling lama. Struktur inilah yang dikenal sebagai top notes, middle notes, dan base notes.

Aroma parfum memang berkembang seiring waktu

Setiap bahan penyusun parfum memiliki tingkat penguapan yang berbeda. Molekul yang ringan akan lebih cepat menguap sehingga langsung tercium setelah parfum disemprotkan. Sebaliknya, molekul yang lebih berat membutuhkan waktu lebih lama untuk muncul, tetapi aromanya mampu bertahan selama berjam-jam.

Advertisement

Perbedaan tersebut membuat aroma parfum berubah secara bertahap. Selain menciptakan pengalaman yang lebih dinamis, perubahan aroma juga membantu hidung tetap dapat menikmati wanginya karena indra penciuman cenderung cepat beradaptasi terhadap aroma yang sama.

Top notes, kesan pertama sebuah parfum

Top notes merupakan aroma pertama yang tercium sesaat setelah parfum digunakan. Lapisan ini menjadi penentu kesan awal dan sering kali menjadi alasan seseorang tertarik pada sebuah parfum.

Baca Juga :  Kenali 8 Jenis Aroma Parfum: Pilih yang Sesuai dengan Kepribadianmu!

Karena harus cepat tercium, top notes umumnya berasal dari bahan-bahan yang ringan dan mudah menguap, seperti:

  • Bergamot
  • Lemon
  • Grapefruit
  • Mint
  • Aldehida ringan

Aroma pada lapisan ini biasanya hanya bertahan sekitar lima hingga 30 menit sebelum perlahan memudar.

Middle notes menjadi karakter utama

Setelah aroma pembuka menghilang, muncul middle notes atau heart notes. Inilah bagian yang paling mencerminkan identitas sebuah parfum.

Jika sebuah parfum dikenal memiliki aroma mawar, melati, atau lavender, umumnya karakter tersebut berasal dari lapisan tengah. Selain menjadi inti aroma, middle notes juga berfungsi menghubungkan top notes dengan base notes agar transisi wanginya terasa lebih alami.

Beberapa bahan yang umum digunakan pada lapisan ini antara lain mawar, melati, lavender, kayu manis, serta berbagai jenis buah-buahan. Aromanya mulai muncul sekitar 20 hingga 30 menit setelah pemakaian dan dapat bertahan selama beberapa jam.

Base notes memberikan aroma yang paling tahan lama

Ketika aroma pembuka dan tengah mulai memudar, base notes akan mendominasi. Lapisan ini terdiri dari molekul yang lebih berat sehingga menguap lebih lambat dan mampu bertahan lebih lama di kulit maupun pakaian.

Baca Juga :  Bau Plastik Terbakar di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Menanganinya

Base notes biasanya menghadirkan kesan hangat, dalam, dan elegan. Beberapa bahan yang sering digunakan antara lain vanila, musk, amber, cendana, patchouli, dan berbagai resin alami.

Selain menjadi aroma penutup, sejumlah bahan pada base notes juga berfungsi sebagai fixative, yakni membantu memperlambat penguapan aroma lain sehingga parfum dapat bertahan lebih lama.

Mengapa parfum yang sama bisa berbeda aromanya pada setiap orang?

Tak sedikit orang merasa aroma parfum berubah ketika digunakan di kulit sendiri dibandingkan saat dicoba di kertas tester atau dipakai orang lain. Hal tersebut merupakan kondisi yang wajar.

Parfum akan bereaksi dengan karakteristik kulit setiap individu, mulai dari tingkat keasaman (pH), kadar minyak alami, suhu tubuh, hingga mikroorganisme yang ada di permukaan kulit. Faktor-faktor tersebut memengaruhi cara molekul parfum menguap sehingga aroma akhirnya bisa berbeda pada setiap orang.

Karena itulah, banyak pencinta parfum menyarankan untuk mencoba parfum langsung di kulit sebelum memutuskan membelinya.

Pada akhirnya, keberadaan top notes, middle notes, dan base notes bukan sekadar istilah dalam dunia parfum. Ketiga lapisan tersebut dirancang agar aroma berkembang secara bertahap, menghadirkan pengalaman yang lebih kaya sejak pertama kali disemprotkan hingga wangi terakhir perlahan menghilang.***

Editor : Syafira

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel