TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perubahan warna kulit sering kali dianggap hanya sebagai persoalan penampilan. Padahal, munculnya bercak yang lebih gelap atau lebih terang dari warna kulit normal bisa menjadi tanda adanya gangguan pigmentasi yang memerlukan perhatian.
Kelainan pigmen terjadi ketika produksi melanin, yaitu zat yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata, mengalami gangguan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kulit kehilangan warna atau justru menjadi lebih gelap pada area tertentu.
Apa Itu Kelainan Pigmen?
Melanin diproduksi oleh sel yang disebut melanosit dan berada di lapisan epidermis kulit. Jumlah melanin setiap orang berbeda-beda sehingga menghasilkan warna kulit yang beragam.
Namun, berbagai faktor seperti paparan sinar matahari, kelainan genetik, penyakit tertentu, hingga efek samping pengobatan dapat merusak sel melanosit. Akibatnya, produksi melanin menjadi tidak normal dan memicu perubahan warna kulit yang dikenal sebagai kelainan pigmentasi.
Gangguan ini dapat muncul hanya pada sebagian kecil permukaan kulit maupun menyebar ke area tubuh yang lebih luas.
Jenis Kelainan Pigmen yang Perlu Diketahui
1. Melasma
Melasma ditandai dengan munculnya bercak kecokelatan atau kehitaman pada area yang sering terkena sinar matahari, seperti wajah, leher, dan tangan.
Pada ibu hamil, kondisi ini dikenal sebagai chloasma dan umumnya akan berangsur membaik setelah persalinan. Untuk membantu mencegah bercak semakin gelap, penggunaan tabir surya dengan SPF minimal 30 serta membatasi paparan sinar matahari sangat dianjurkan.
Jika keluhan tidak membaik atau semakin meluas, penderita sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.
2. Vitiligo
Vitiligo merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel penghasil melanin.
Akibatnya, muncul bercak putih pada kulit yang dapat meluas seiring waktu. Selain itu, vitiligo juga dapat menyebabkan rambut, alis, bulu mata, atau janggut berubah menjadi putih sebelum usia 35 tahun.
Penanganan vitiligo dapat dilakukan melalui penggunaan krim kortikosteroid, terapi vitamin tertentu, fototerapi menggunakan sinar ultraviolet, hingga tindakan laser sesuai anjuran dokter.
3. Albinisme
Albinisme adalah kelainan genetik yang membuat tubuh tidak mampu memproduksi melanin dalam jumlah normal.
Penderita umumnya memiliki kulit, rambut, dan mata yang sangat terang. Selain memengaruhi penampilan, albinisme juga sering disertai gangguan penglihatan serta meningkatkan sensitivitas kulit terhadap paparan sinar matahari.
Hingga kini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan albinisme. Meski demikian, penggunaan tabir surya, pakaian pelindung, serta menghindari paparan sinar matahari berlebihan penting dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan kulit dan kanker kulit.
4. Hiperpigmentasi Pascainflamasi
Hiperpigmentasi pascainflamasi merupakan perubahan warna kulit yang muncul setelah kulit mengalami peradangan, luka, iritasi, atau infeksi.
Area kulit yang terdampak dapat berubah menjadi lebih gelap atau, pada beberapa kasus, justru tampak lebih terang dibandingkan kulit di sekitarnya.
Kondisi ini umumnya akan memudar secara bertahap dalam beberapa bulan, meski lamanya proses pemulihan dapat berbeda pada setiap orang.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Kelainan pigmentasi tidak selalu berbahaya, tetapi perubahan warna kulit yang muncul secara tiba-tiba tetap perlu diwaspadai.
Segera lakukan pemeriksaan apabila bercak hitam atau putih semakin cepat meluas, memiliki bentuk yang tidak beraturan, disertai perdarahan, atau menimbulkan keluhan lain. Pemeriksaan sejak dini penting dilakukan untuk mengetahui penyebabnya sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.
Selain menjaga kesehatan kulit, deteksi dini juga dapat membantu mencegah komplikasi yang mungkin muncul akibat gangguan pigmentasi tertentu.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































