TIMETODAY.ID, JAKARTA — Banyak calon penumpang pernah mengalami situasi membingungkan saat mencari tiket pesawat. Harga yang terlihat hari ini bisa saja berubah keesokan harinya, bahkan dalam hitungan jam, meski rute dan jadwal penerbangannya tetap sama.
Perubahan tarif tersebut bukan terjadi secara acak. Di baliknya, terdapat sistem penetapan harga yang mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari permintaan pasar hingga teknologi yang digunakan maskapai untuk mengelola penjualan kursi.
Berikut beberapa penyebab mengapa harga tiket pesawat dapat berubah setiap hari.
Permintaan Penumpang Menjadi Penentu Utama
Besarnya minat masyarakat terhadap suatu penerbangan menjadi salah satu faktor yang paling memengaruhi harga tiket. Ketika permintaan meningkat, misalnya menjelang musim liburan, hari raya, konser, atau acara besar, sistem maskapai biasanya akan menaikkan tarif secara bertahap.
Sebaliknya, jika jumlah pemesanan masih rendah, maskapai cenderung menawarkan harga yang lebih kompetitif untuk menarik lebih banyak calon penumpang. Karena proses pencarian dan pembelian tiket berlangsung setiap saat, harga pun dapat berubah sewaktu-waktu.
Setiap Kursi Memiliki Kelas Harga Berbeda
Meski berada dalam satu pesawat, tidak semua kursi dijual dengan harga yang sama. Maskapai umumnya membagi kursi ke dalam beberapa kelompok tarif atau fare class dengan kuota tertentu.
Kursi dengan harga paling murah biasanya tersedia dalam jumlah terbatas. Setelah kuotanya habis, sistem akan otomatis menawarkan kursi pada kategori tarif berikutnya yang lebih mahal. Itulah sebabnya dua orang yang membeli tiket di waktu berbeda bisa memperoleh harga yang jauh berbeda untuk penerbangan yang sama.
Biaya Operasional Ikut Memengaruhi Tarif
Industri penerbangan memiliki biaya operasional yang cukup besar. Harga bahan bakar avtur menjadi salah satu komponen utama yang memengaruhi pengeluaran maskapai. Ketika harga energi dunia meningkat, biaya operasional pun ikut bertambah.
Selain itu, maskapai juga harus memperhitungkan biaya perawatan pesawat, operasional bandara, gaji kru, hingga fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Sebab, banyak transaksi dalam industri penerbangan menggunakan dolar Amerika Serikat.
Teknologi Dynamic Pricing Membuat Harga Lebih Fleksibel
Saat ini, sebagian besar maskapai memanfaatkan sistem dynamic pricing, yakni teknologi yang mampu menyesuaikan harga tiket secara otomatis berdasarkan berbagai data.
Sistem tersebut menganalisis tingkat keterisian kursi, pola pemesanan penumpang, musim perjalanan, hingga tren permintaan pasar. Jika diperkirakan minat masyarakat akan meningkat, harga bisa dinaikkan lebih awal. Sebaliknya, apabila penjualan berjalan lambat, tarif dapat diturunkan untuk menarik pembeli.
Melalui sistem ini, maskapai berupaya menyeimbangkan tingkat keterisian kursi sekaligus mengoptimalkan pendapatan dari setiap penerbangan.
Pada akhirnya, naik turunnya harga tiket pesawat merupakan bagian dari strategi bisnis industri penerbangan yang dipengaruhi banyak faktor. Memahami mekanisme tersebut dapat membantu calon penumpang menentukan waktu terbaik untuk memesan tiket dan memperoleh harga yang lebih sesuai.***
Editor : Syafira
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































