Cara Mengukur Denyut Nadi Normal di Rumah, Ketahui Angka Idealnya

Denyut nadi
ilustrasi Mengukur Denyut Nadi. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTADenyut nadi menjadi salah satu indikator sederhana yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan jantung. Melalui pemeriksaan yang mudah dilakukan di rumah, seseorang dapat mengetahui apakah detak jantungnya berada dalam kisaran normal atau justru memerlukan perhatian lebih.

Secara umum, denyut nadi menunjukkan jumlah denyutan pembuluh darah arteri dalam satu menit sebagai respons terhadap kerja jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Karena berkaitan langsung dengan detak jantung, pemeriksaan denyut nadi kerap digunakan sebagai bagian dari pemantauan kondisi kesehatan.

Berapa Denyut Nadi yang Dianggap Normal?

Pada orang dewasa, denyut nadi saat beristirahat umumnya berada di kisaran 60–100 kali per menit.

Advertisement

Namun, orang yang rutin berolahraga atau atlet dapat memiliki denyut nadi istirahat lebih rendah, bahkan sekitar 40 kali per menit, tanpa menunjukkan adanya gangguan kesehatan. Hal ini terjadi karena jantung mereka bekerja lebih efisien dalam memompa darah.

Sejumlah penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa denyut nadi istirahat antara 50–70 kali per menit dinilai lebih ideal. Bahkan, beberapa ahli menyebut denyut nadi istirahat yang konsisten berada di atas 80 kali per menit dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, meski masih termasuk dalam rentang normal yang digunakan saat ini.

Penyebab Denyut Nadi Menjadi Lebih Cepat

Denyut nadi dapat meningkat akibat berbagai kondisi, baik yang bersifat sementara maupun berkaitan dengan masalah kesehatan.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan denyut nadi lebih cepat antara lain:

  • Aktivitas fisik atau olahraga.
  • Anemia.
  • Konsumsi obat tertentu, seperti obat tiroid, obat alergi, dan obat batuk.
  • Kebiasaan merokok.
  • Konsumsi minuman beralkohol.
  • Obesitas.
  • Stres, cemas, atau tekanan emosional.
Baca Juga :  Donor Darah: Tindakan Kecil, Dampak yang Luar Biasa

Penyebab Denyut Nadi Melambat

Sebaliknya, denyut nadi yang lebih lambat juga tidak selalu menandakan masalah, terutama pada orang dengan tingkat kebugaran yang baik.

Meski demikian, kondisi tersebut juga dapat dipicu oleh beberapa gangguan kesehatan, seperti:

  • Penyakit jantung.
  • Penggunaan obat-obatan untuk penyakit jantung, termasuk beta blocker.
  • Hipotiroidisme atau penurunan fungsi kelenjar tiroid.
  • Kebugaran fisik yang sangat baik, seperti pada atlet.

Pada kondisi yang lebih serius, denyut nadi lemah dapat terjadi akibat perdarahan hebat, dehidrasi berat yang menyebabkan syok, gagal jantung, maupun henti jantung.

Faktor yang Memengaruhi Denyut Nadi

Selain kondisi medis, terdapat sejumlah faktor yang secara alami dapat memengaruhi kecepatan denyut nadi seseorang.

1. Usia

Anak-anak umumnya memiliki denyut nadi lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Sementara itu, denyut nadi pada lansia cenderung lebih lambat.

2. Suhu Lingkungan

Cuaca yang panas dan tingkat kelembapan tinggi membuat jantung bekerja lebih keras untuk membantu mengatur suhu tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan denyut nadi sekitar 10 kali per menit.

3. Posisi Tubuh

Perubahan posisi dari duduk atau berbaring ke posisi berdiri biasanya menyebabkan denyut nadi meningkat sementara selama beberapa detik sebelum kembali stabil.

4. Kondisi Emosi

Saat marah, gugup, atau stres, tubuh melepaskan hormon adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan napas menjadi lebih cepat.

Baca Juga :  Siloam Hospitals Group Raih 5 Penghargaan Healthcare Asia 2025

5. Berat Badan

Orang dengan obesitas cenderung memiliki denyut nadi lebih tinggi karena jantung harus memompa darah ke jaringan tubuh yang lebih besar.

6. Penggunaan Obat

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi denyut nadi. Obat beta blocker misalnya dapat memperlambat denyut jantung, sedangkan penggunaan hormon tiroid yang berlebihan dapat meningkatkan denyut nadi.

Selain itu, gangguan irama jantung atau aritmia juga dapat menyebabkan denyut nadi menjadi terlalu cepat maupun terlalu lambat.

Cara Mengukur Denyut Nadi Sendiri

Pemeriksaan denyut nadi dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan langkah sederhana berikut:

  1. Letakkan jari telunjuk dan jari tengah pada pergelangan tangan bagian bawah ibu jari, sisi leher, atau lipatan paha hingga denyut terasa.
  2. Hitung jumlah denyutan selama 15 detik.
  3. Kalikan hasilnya dengan angka empat untuk memperoleh jumlah denyut nadi per menit.

Sebagai contoh, apabila dalam 15 detik terhitung 20 denyutan, maka hasilnya adalah 80 denyut per menit.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Pemeriksaan denyut nadi bermanfaat untuk menilai fungsi jantung, memantau kondisi setelah cedera, hingga menjadi bagian dari pemeriksaan tanda vital.

Apabila denyut nadi terasa jauh lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya dan disertai keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, sakit kepala berat, atau bahkan kehilangan kesadaran, sebaiknya segera mencari pertolongan medis. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya sekaligus menentukan penanganan yang tepat.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel